Username dan Password PDNS 2 Disebar Orang Dalam, Begini Tanggapan Kemenkominfo
JAKARTA, investortrust.id – Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) angkat bicara terkait dengan temuan bocornya akun pengguna (username) dan kata sandi (password) untuk mengakses Pusat Data Nasional Sementara (PDNS) ke publik.
Direktur Jenderal Aplikasi Informatika (Dirjen Aptika) Kemenkominfo Semuel Abrijani Pangerapan mengatakan, temuan tersebut masih dalam proses investigasi. Oleh karena itu, dirinya belum bisa memberikan penjelasan lebih lanjut atas temuan tersebut.
Baca Juga
Kemenkominfo Bungkam Soal Pusat Data Nasional yang Dibebaskan Cuma-Cuma oleh Peretas
“Pastinya (diinvestigasi), semua lagi bekerja, BSSN (Badan Siber dan Sandi Negara) dan Tim Siber Polri juga bekerja. Itu semua dalam investigasi,” katanya di Gedung Kemenkominfo, Jakarta Pusat, Kamis (4/7/2024).
Pada kesempatan yang sama, pria yang akrab disapa Semmy itu juga mengumumkan pengunduran dirinya sebagai Dirjen Aptika. Dia menyebut pengunduran dirinya merupakan bentuk tanggung jawab atas serangan ransomware terhadap PDNS 2.
“Jadi saya mengambil tanggung jawab moral dan saya nyatakan harusnya selesai di saya. Karena ini adalah masalah yang harusnya saya tangani dgn baik,” ujarnya.
Baca Juga
Pusat Data Nasional Diserang Ransomware, Jokowi: Evaluasi Semuanya
Sebelumnya, akun X (d/h Twitter) @kafiradikalis mengungkapkan bahwa sosok di balik serangan tersebut adalah orang yang terlibat dalam pengelolaan pusat data. Diketahui sosok bernama Dicky Prasetya Atmaja membocorkan dokumen berisi informasi untuk mengakses PDNS, termasuk akun pengguna dan kata sandi di platform berbagi dokumen Scribd.
Kemudian, dalam dokumen tersebut juga tercantum jaringan pribadi virtual atau virtual private network (VPN) untuk mengakses PDNS 2. Dokumen yang memuat informasi bersifatnya rahasia itu diunggah ke Scribd pada 11 Oktober 2022.
Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan (Menkopolhukam) Hadi Tjahjanto sempat menyinggung bahwa serangan ransomware terhadap PDNS 2 berawal dari pembobolan kata sandi.
Baca Juga
Ini Kejanggalan Rencana Peretas Pusat Data Nasional yang Mau Kasih Gratis Kunci Enkripsi
Hal tersebut disampaikan oleh Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan (Menkopolhukam) Hadi Tjahjanto usai rapat koordinasi (rakor) yang membahas serangan ransomware ke PDNS 2 pada Senin (1/7/2024) di Gedung Kementerian Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan (Kemenkopolhukam), Jakarta Pusat.
“Dari hasil forensik kami sudah bisa mengetahui bahwa siapa user (pengguna) yang menggunakan password-nya dan akhirnya terjadi permasalahan-permasalahan yang sangat serius ini,” katanya.

