Asing Lanjutkan Net Buy Rp 488,04 Miliar, Dua Saham Bank Ini Diborong
JAKARTA, investortrust.id – Pemodal asing kembali merealisasikan pembelian bersih (net buy) saham senilai Rp 488,04 miliar, meskipun indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI), Selasa (2/7/2024), ditutup terkoreksi 14,49 poin (0,20%) menjadi 7.125,14.
Net buy terbanyak melanda lima saham berikut, yaitu saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) Rp 276,55 miliar, PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) Rp 137,14 miliar, PT Sawit Sumbermas Sarana Tbk (SSMS) Rp 125,54 miliar, PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) Rp 37,27 miliar, dan PT Adaro Energy Tbk (ADRO) Rp 34,63 miliar.
Baca Juga
Sudrajad Djiwandono Paparkan Jurus untuk Atasi Pendapatan dari Pajak yang Stagnan
Sebaliknya penjualan bersih (net sell) melanda saham PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) Rp 155,15 miliar, PT Astra International Tbk (ASII) Rp 82,50 miliar, PT Barito Renewables Energy TbK (BREN) Rp 36,45 miliar, PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) Rp 26,95 miliar, dan PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) Rp 25,95 miliar.
Pemicu utama koreksi IHSG datang dari koreksi saham kapitalisasi pasar besar, khususnya emiten yang dikendalikan Prajogo Pangestu ini, yaitu PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) turun 2,64% menjadi Rp 10.150 dan PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) turun 1,10% menjadi Rp 9.000. Penurunan indeks juga dipicu pelemahan saham bank papan atas, seperti saham BBRI dan BMRI.
Baca Juga
Suspensi Dicabut, Saham FORU Bisa Diperdagangkan di Pasar Reguler Besok
Sedangkan saham penyelemat IHSG dari penurunan lebih dalam datang dari penguatan saham PT Bayan Resouces Tbk (BYAN) naik 7,67% menjadi 17.550, PT Barito Pacific Tbk (BRPT) naik 3,98% menjadi Rp 1.175, dan PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) menguat tipis.
Adapun tiga saham dengan penguatan persentase terbesar hari ini ini datang dari saham PT Ladangbaja Murni Tbk (LABA) melesat 26,01% menjadi Rp 218, PT Garda Tujuh Buana Tbk (GTBO) menguat hingga auto reject atas (ARA) 24,56% menjadi Rp 284, dan PT Wijaya Karya Tbk (WIKA) menguat 22,64% menjadi Rp 130.

