Dalam 5 Tahun, SMF Berhasil Kucurkan Pendanaan Rp 21,64 Triliun
JAKARTA, investortrust.id – PT Sarana Multigriya Finansial (Persero) atau SMF telah merealisasikan pendanaan senilai Rp 21,64 triliun sepanjang 2019 - 2023. Angka tersebut terdiri atas penyertaan modal negara (PMN) sebesar Rp 9,33 triliun dan surat utang dari capital market sebesar Rp 12,31 triliun.
Direktur Utama SMF Ananta Wiyogo memaparkan, dengan penyaluran lebih dari Rp 20 triliun tersebut, perseroan telah membangun sebanyak 594.712 unit rumah KPR FLPP.
Baca Juga
Tak Hanya di Sektor Perumahan, SMF juga Mendorong Pembiayaan UMKM
“Dari Rp 21,64 triliun tersebut terdiri dari KPR FLPP kurang lebih 600.000 unit rumah,” kata Ananta dalam rapat bersama dengan Komisi XI DPR RI, Senayan, Jakarta, Senin (1/7/2024).
Adapun penyaluran PMN tersebut terhadap KPR FLPP ditujukan untuk masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) sesuai dengan Peraturan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Republik Indonesia Nomor 20/PRT/M/2019 tentang Kemudahan dan Bantuan Pemilikan Rumah Bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah.
Ananta menyampaikan kontribusi perseroan terhadap penerimaan negara dari pemberian dividen dan pajak kepada negara.
Baca Juga
Tak Terganggu BI Rate, SMF Pastikan KPR Bersubsidi Tetap Aman
“Sejak 2019 – 2023, SMF telah memberikan dividen dan juga pajak kepada negara kurang lebih Rp 2,1 triliun, yang terdiri dari pembayaran pajak akumulatif Rp 1,3 triliun dan pembayaran dividen adalah Rp 806 miliar. Di mana, dividend payout ratio rata-rata 20%,” papar dia.
SMF adalah lembaga khusus yang didirikan oleh pemerintah Indonesia untuk memfasilitasi aliran dana jangka menengah atau panjang dari pasar modal ke sektor perumahan melalui lembaga penyalur KPR, yang mana memungkinkan terciptanya kepemilikan rumah yang layak yang terjangkau oleh masyarakat.

