SMF Pastikan Pendanaan FLPP Tetap Terjaga pada 2026 Ditopang Hal Ini
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - PT Sarana Multigriya Finansial (Persero) melalui SMF Research Institute menyebut pendanaan program perumahan rakyat, termasuk rumah subsidi melalui skema Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP), tetap terjaga.
Pertumbuhan ekonomi sebesar 5,11% secara tahunan yang ditopang oleh konsumsi rumah tangga dan investasi menjadi fondasi penting bagi sektor properti dan pembiayaan perumahan memasuki tahun 2026.
Direktur Utama PT Sarana Multigriya Finansial (Persero) Ananta Wiyogo mengatakan, kondisi makroekonomi stabil juga tercermin pada kinerja kredit pemilikan rumah (KPR) yang menunjukkan tren peningkatan pada tiga bulan terakhir 2025. Pada Oktober 2025, pertumbuhan KPR tercatat sebesar 6,9% secara tahunan, dan meningkat menjadi 7,05% secara tahunan pada Desember 2025.
"Tren ini menunjukkan adanya perbaikan permintaan pembiayaan perumahan serta optimisme yang tetap terjaga di sektor properti," kata dia dikutip Sabtu (28/2/2026).
Baca Juga
Sebagai special mission vehicle (SMV) Kementerian Keuangan di sektor pembiayaan perumahan, SMF memandang pertumbuhan tersebut sebagai peluang untuk semakin memperkuat peran dalam mengembangkan sektor perumahan melalui mekanisme pasar pembiayaan sekunder. "Peran ini menjadi semakin strategis dalam memastikan kesinambungan pendanaan jangka panjang bagi industri KPR nasional," kata dia.
SMF memiliki mandat strategis untuk menyediakan pendanaan jangka panjang bagi perbankan penyalur KPR serta mendukung program FLPP pemerintah. Sejak 2018, SMF secara konsisten menyediakan porsi pendanaan sebesar 25% dalam skema KPR FLPP.
Dukungan tersebut memastikan masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) tetap memiliki akses terhadap pembiayaan rumah dengan suku bunga tetap dan terjangkau, meskipun kondisi pasar keuangan mengalami penyesuaian.
“Untuk menjaga keberlanjutan pendanaan FLPP, SMF terus mengoptimalkan strategi blended financing melalui penerbitan surat utang dan Efek Beragun Aset (EBA-SP), serta memperluas basis investor domestik. Pendekatan ini dilakukan dengan tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian, manajemen risiko yang kuat, serta tata kelola yang baik,” kata Ananta.
Baca Juga
SMF Siap Terbitkan Obligasi untuk Kejar Target Penyaluran FLPP 2025
Ke depan, SMF akan terus memantau perkembangan ekonomi global dan domestik guna memastikan dukungan pembiayaan perumahan tetap adaptif dan selaras agenda pemerintah dalam mempercepat pemenuhan kebutuhan rumah rakyat serta mengurangi backlog perumahan nasional.
SMF meyakini bahwa stabilitas makroekonomi dan penguatan ekosistem pembiayaan perumahan akan menjadi kunci dalam menjaga momentum program perumahan rakyat, sehingga rumah layak dan terjangkau semakin luas dapat diakses oleh masyarakat Indonesia.

