BEI Sepekan, IHSG Melesat 2,67% hingga Kembali ke Atas Level 7.000
JAKARTA, investortrust.id – Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) berhasil melesat 2,67% dari 6.879 hingga kembali bertengger di atas 7.063 sepekan ini. Penguatan IHSG tertinggi ke dua di kawasan Asia Pacifik setelah bursa saham Filipina dengan kenaikan 4,12%.
Penguatan indeks pekan ini ditopang kenaikan hampir seluruh sektor saham dengan kenaikan lebih dari 2%, seperti sektor energi, material dasar, consumer primer, infrastruktur, dan keuangan. Sebaliknya penurunan hanya melanda saham sektor properti 0,83%.
Baca Juga
Wall Street Ditutup Melemah, tapi S&P 500 dan Nasdaq Sempat Capai Rekor Tertinggi Intraday
Penguatan terpesat IHSG pekan ini terjadi kemarin dengan kenaikan sebanyak 95,63 poin (1,37%) menjadi 7.063. Penguatan tersebut ditopang kenaikan hampir seluruh sektor saham.
Saham dengan penyumbang terbesar terhadap penguatan indeks kemarin datang dari saham BBRI dengan kenaikan 3,14% menjadi Rp 4.600, BMRI naik 2,50% menjadi Rp 6.150, saham BBNI naik 1,75% menjadi Rp 4.660, dan BBCA menguat 1,79% menjadi Rp 9.925.
Baca Juga
Top! Saham Barito Renewables (BREN) Akhirnya Kembali ke Atas Rp 10.000, Prajogo Cuan Besar
Penguatan juga melanda saham emiten dengan kapitalisasi pasar (market cap) terbesar PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) menguat Rp 275 (2,81%) hingga kembali ke level di atas Rp 10.000, tepatnya Rp 10.075. Saham PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) juga menguat 1,93% menjadi Rp 9.225. Sebaliknya saham PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) turun Rp 250 (2,22%) menjadi Rp 11.000.
Sejalan dengan lompatan IHSG, kapitalisasi pasar BEI ikut melsat menjadi Rp 12.092 triliun, dibandingkan periode sama pekan sebelumnya Rp 11.719 triliun. Dengan saham lima market cap terbesar, yaitu BREN Rp 1.347 triliun, BBCA Rp 1.223 triliun, TPIA capai Rp 798 triliun, AMMN senilai Rp 797 triliun, dan BBRI mencapai Rp 697 triliun.
Grafik IHSG

