Tugu Insurance (TUGU) Cetak Laba Rp 267,73 Miliar per April 2024
JAKARTA, investortrust.id – PT Asuransi Tugu Pratama Indonesia Tbk (TUGU) atau Tugu Insurance mencetak laba usaha asuransi senilai Rp 267,73 miliar hingga April 2024. Angka tersebut menunjukkan pertumbuhan sebanyak 96,12% dari periode sama tahun sebelumnya (year on year/yoy) mencapai Rp 136,51 miliar.
Keuntungan tersebut berasal dari hasil underwriting dan investasi yang sudah dikurangi jumlah beban usaha. Pertumbuhan laba ini juga didukung bertambahnya pendapatan premi hingga hasil investasi dibandingkan periode serupa tahun sebelumnya.
Baca Juga
Tugu Insurance Raih Premi Rp 1,97 Triliun, Naik 22,5% di Triwulan I 2024
Tugu Insurance (TUG) juga mencatatkan peningkatan pendapatan premi neto menjadi Rp 504,44 miliar dalam empat bulan pertama tahun ini. Pemasukan tersebut tumbuh 55,55% (yoy) dari raihan periode sama tahun sebelumnya Rp 324,29 miliar.
Sedangkan hasil investasi yang diraih perseroan dalam perbandingan periode yang sama turut naik, yakni 33,52% (yoy) menjadi Rp 113,96 miliar. Pada saat yang bersamaan, perusahaan berhasil mempertahankan total beban usaha yang naik tipis 6,52% (yoy) menjadi Rp 149,14 miliar
Kenaikan tersebut lebih kecil dibandingkan pertumbuhan pertumbuhan pendapatan dan hasil investasi yang masing-masing di kisaran 50% (yoy) dan 30% (yoy).
Baca Juga
Tugu Insurance (TUGU) Bayar Sisa Dividen Tunai Rp 438,24 Miliar, Catat Tanggal Penting Ini
Mengutip laporan keuangan dari laman resmi perusahaan, laba bersih TUGU naik hampir menjadi dua kali lipat berkat terjaganya jumlah komisi dibayar. Sampai April 2024, perseroan tercatat mengeluarkan komisi sebesar Rp 116,63 miliar sejak awal tahun. Jumlah ini turun tipis dibandingkan empat bulan pertama tahun lalu yang sebesar Rp 120,52 miliar. Meski begitu, beban komisi yang dibayar sampai 30 April 2024 menyumbang 23,12% pendapatan Tugu Insurance.
Pesatnya pertumbuhan kinerja ‘asuransi Pertamina’ ini turut didukung jumlah klaim yang tumbuh relatif rendah. Jumlah beban klaim Asuransi Tugu pada Januari-April 2024 naik 28,75% (yoy) menjadi Rp 171,4 miliar. Kemudian, perseroan mencatat hasil underwriting sebesar Rp 302,91 miliar hingga April 2024, naik 58,5% (yoy) dari posisi akhir April 2023 sebesar Rp 191,2 miliar.
Grafik Saham TUGU

