BBRI Ungguli Penguatan Saham Bank Papan Atas, Bagaimana Target Harganya?
JAKARTA, investortrust.id – PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) tercatat sebagai saham bank papan atas dengan penguatan tertinggi sepanjang sesi I di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jumat (28/6/2024). Penguatan ini melanjutkan rebound dalam tiga hari terakhir.
Data BEI mengungkap saham BBRI berhasil menguat menguat Rp 160 (3,59%) menjadi Rp 4.620 hingga penutupan sesi I. Dengan demikian, saham bank BUMN terbesar ini telah melesat dari Rp 4.380 menjadi Rp 4,620 atau naik 5,47% dalam tiga hari terakhir.
Tak hanya itu, BBRI ternyata tercatat sebagai saham bank papan atas dengan kenaikan paling pesat hingga penutupan sesi I hari ini. Penguatan bank lainnya, yaitu PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) hanya 3,33% menjadi Rp 6.200, PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) naik 2,18% menjadi Rp 4.680, dan saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) menguat 1,28% menjadi Rp 9.875.
Baca Juga
Lalu, bagaiman target harga saham BBRI dalam 12 bulan ke depan? Berdasarkan riset dari 19 sekuritas, hampir seluruhnya mempertahankan rekomendasi beli saham BBRI untuk 12 bulan ke depan. Rata-rata target harga saham BBBRI level Rp 5.950.
Tiga sekuritas dengan target harga tertinggi atas saham BBRI, yaitu Ciptadana Sekuritas merekomendasikan beli BBRI dengan target harga Rp 7.000, Yuanta Investment Sekuritas patok target harga BBRI Rp 6.800, dan RHB Sekuritas menetapkan target Rp 6.300 untuk saham BBRI.
Adapun, target terendah saham BBRI diberikan BCA Sekuritas dengan target harga Rp 4.950, Morgan Stanley mematok target BBRI Rp 5.190, dan JP Morga mematok target saham BBRI level Rp 5.300 untuk 12 bulan ke depan.
Baca Juga
Saham Bank Papan Atas Melesat Tiga Hari Beruntun, Tren Rebound?
Sementara itu, Trimegah Sekuritas dalam riset yang diterbitkan kemarin terkait kinerja keuangan BBRI hingga Mei 2024 menyebutkan bahwa realisasi performa bulana BBRI menunjukkan perbaikan secara keseluruhan dengan pertumbuhan pendapatan.
Sedangkan peningkatan provisi masih menjadi faktor utama pelemahan tingkat keuntungan perseroan hingga Mei tahun ini. Meski demikian, laba bersih perseroan masih bisa bertumbuh sebanyak 8,8% hingga Mei atau di atas ekspektasi sekitar 5% tahun ini.
“OJK juga membuka opsi untuk memperpanjang stimulus restrukturisasi kredit sampai 2025 yang diharapkan menjadi sentimen positif terhadap saham ini,” tulis riset tersebut.
Baca Juga
Saatnya Akumulasi, Kekhawatiran Pasar terhadap Saham BRI (BBRI) Berlebihan
Trimegah Sekuritas juga memperkirakan biaya kredit BBRI cenderung lebih longgar memasuki paruh kedua tahun ini, seiring dengan keinginan perseroan untuk menerapkan langkah-langkah restrukturisasi untuk meningkatkan kualitas aset.
Berbagai faktor tersebut mendorong Trimegah Sekuritas untuk mempertahankan rekomendasi beli saham BBRI dengan target harga Rp 6.000. Saat ini saham BBRI sangat menarik, karena dengan harga kisaran Rp 4.400, yield dividen setara dengan 7,3%.
Grafik BBRI

