KB Bank (BBKP) Buka Suara Soal Kabar Muhammadiyah Minat Caplok Anak Usahanya
JAKARTA, investortrust.id - PT Bank KB Bukopin Indonesia Tbk (BBKP) atau KB Bank merespon soal wacana Muhammadiyah yang tertarik untuk mengakuisisi anak usahanya, yakni PT Bank KB Bukopin Syariah atau KB Bank Syariah.
Head of Corporate Relation KB Bank, Adi Pribadi mengungkapkan bahwa KB Bank belum mendapatkan informasi secara resmi dari Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah. Meski demikian, KB Bank selalu terbuka untuk setiap peluang kerja sama dan kolaborasi bisnis yang ada.
"Secara umum dapat kami sampaikan bahwa KB Bank senantiasa terbuka untuk setiap peluang kerja sama dan kolaborasi bisnis yang ada," ujar Adi saat dihubungi investortrust.id, Kamis (27/6/2024).
Lebih lanjut, Adi menyebut, jika ada informasi lebih lanjut terkait wacana tersebut, tentunya KB Bank akan menyampaikan sesuai regulasi keterbukaan informasi yang berlaku.
"Dapat kami sampaikan bahwa hingga saat ini kami belum memperoleh informasi resmi. Jika informasi telah resmi kami peroleh, tentunya akan kami sampaikan sesuai regulasi keterbukaan informasi yang berlaku," ungkapnya.
Di sisi lain, KB Bukopin Syariah sebelumnya sudah pernah menjalin kerjasama dengan Muhammadiyah. Melansir dari laman resmi Muhammadiyah, Pimpinan Pusat Muhammadiyah bersama PT KB Bukopin Syariah telah melakukan Penandatanganan Nota Kesepahaman Lanjutan pada Rabu (28/2/2024).
Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Haedar Nashir mengatakan, selain kelanjutan kerjasama, juga ada beberapa item tindak lanjut untuk saling memajukan antara Muhammadiyah dan Bank Bukopin Syariah yang selama ini telah memiliki sejarah panjang dengan persyarikatan.
Dalam kesempatan itu, Haedar juga menekankan bahwa bank menjadi salah satu instrumen kemajuan ekonomi umat.
“Kemajuan ekonomi umat itu penting, karena selain memajukan kesejahteraan dan kemakmuran umat maka kita harapkan lewat kekuatan ekonomi dapat membawa dampak pada kekuatan politik. Karena dalam sejarah bangsa-bangsa, mereka yang memiliki kekuatan ekonomi lah yang menentukan dan berpengaruh terhadap politik,” ungkap Haedar.
Selain itu, Haedar juga mengungkapkan bahwa Muhammadiyah dalam menjalin kerjasama dengan perbankan memegang prinsip yaitu siapa yang lebih aman, lebih murah, lebih mudah, itu yang akan dipilih Muhammadiyah.
“Kami berharap Bank Bukopin Syariah meningkatkan rate atau tigkat kualitas keamanannya, agar bank ini mendapatkan trust yang tinggi dan sama-sama menguntungkan dan membawa dampak pada kemajuan pada kerja-kerja yang bisa mendukung Muhammadiyah membantu umat,” kata Haedar.

