Samudera Indonesia (SMDR) Tebar Dividen Total Rp 262 Miliar
JAKARTA, investortrust.id – PT Samudera Indonesia Tbk (SMDR) menebar dividen Rp 262 miliar atau Rp 16 per saham dari laba bersih tahun buku 2023. Jumlah ini terdiri atas dividen interim sebesar Rp 56,5 miliar atau Rp 4 per saham ditambah dividen final Rp 196,5 miliar atau Rp 12 per saham.
Dividen interim telah dibayarkan kepada pemegang saham pada 30 Agustus 2023. Sisanya dividen final senilai Rp 12 akan dibayarkan sesuai ketentuan yang berlaku.
Baca Juga
Laba Emiten Pelayaran Milik Bos Bani (SMDR) Anjlok 63%, Jadi Segini di Kuartal I-2024
“Kami sudah menyelenggarakan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) dan diputuskan penggunaan laba bersih menjadi sebesar Rp 262 miliar sebagai dividen dengan nilai dividen per saham Rp 16 rupiah,” ujar Direktur Kepatuhan Samudera Indonesia Farida Helianti Sastrosatomo dalam paparan publik perseroan di St Regis Jakarta, Rabu (26/6/2024).
Tahun lalu, perseroan mencatatkan pendapatan US$ 772,4 juta, turun 33% dari periode 2022 yang sebesar US$ 1,15 miliar. Sedangkan laba bersih 2023 yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk adalah US$ 74,6 juta atau Rp 1,15 triliun, berdasarkan kurs jisdor Bank Indonesia per 29 Desember 2023.
Dengan begitu, jumlah rasio dividen yang dibayarkan (dividend payout ratio/DPR) setara dengan 22,75% dari laba bersih tahun lalu. Sedangkan dividend yield kali ini, terhitung sebesar 5,29% dengan harga saham Rp 302 per lembar pada penutupan perdagangan di Bursa Efek Indonesia (BEI) sesi I, Rabu (26/6/2024).
Baca Juga
Pelayaran Nelly (NELY) Tebar Sisa Dividen Tunai Rp 35,35 Miliar, Ini Jadwalnya
Jumlah dividen dari perusahaan yang dipimpin Bani Maulana Mulia atau Bos Bani tersebut jauh lebih kecil dibandingkan dividen tahun lalu dari laba bersih 2022. Tahun sebelumnya, Samudera Indonesia membagi keuntungan hingga Rp 655 miliar atau Rp 40 per saham.Jumlah dividen tahun lalu itu terdiri dari dividen interim Rp 163,8 miliar dan Rp 491,3 miliar.
Sedangkan sampai Maret 2024, emiten pelayaran dan penyedia jasa angkutan laut itu terpantau masih mengalami penurunan laba bersih menjadi hampir 63% (yoy) dengan nilai US$ 10,15 juta.
Penurunan laba periode berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk tersebut diiringi koreksi pendapatan jasa Samudera Indonesia sebesar 24,63% (yoy) menjadi US$ 156,4 juta.

