Potensi Naik Berlanjut, Sekuritas Ini Beri Target Harga Merdeka Battery (MBMA) Segini
JAKARTA, Investortrust.id – Target harga saham PT Merdeka Battery Materials (MBMA IJ) ternyata masih menggiurkan, seiring dengan kuatnya posisi perseroan didukung grup besar dan memiliki sumber daya bijih nikel perseroan mencapai 1,1 miliar dmt.
Macquarie dalam riset terbarunya menyebutkan MBMA memiliki sejumlah faktor pendorong harga sahamnya, yaitu perseroan memiliki pabrik acid iron metal (AIM) pertama di Indonesia dan menguasai Kawasan industry hijau seluas 3.500 hektare
Baca Juga
Target Saham Harita Nickel (NCKL) Direvisi Naik, Simak Sejumlah Faktor Pendorongnya
MBMA juga memiliki kemintraan dengan penyedia tekonologi kuat asal Cina Tsingshan dan mitra potensi lainnya untuk membangu smelter kapasitas 328 ribu tni per tahun. Termasuk Pembangunan proyek HPAL dengan kapasitas 240 ribu tni
Berbagai faktor tersebut memperkokoh posisi perseroan untuk mendapatkan keuntungan dari tren peningkatan permintaan nikel global, apalagi sejalan dengan peningkatan pentrasi kendaraan listrik.
Macquarie akhirnya memilih peringkat outperform saham MBMA dengan target harga Rp 1.000 per saham. Sedangkan pada penutupan sesi I Bursa Efek Indonesia (BEI), saham MBMA menguat Rp 40 (4,68%) menjadi Rp 895. Saham ini bergerak dalam rentang Rp 850-905 per saham.
Baca Juga
Sebelumnya, Buana Capital dalam riset terbarunya menyebutkan MBMA merupakan perusahaan nikel raksasa dengan sumber daya sebanyak 1,1 miliar ton bijih yang mengandung sekitar 13,8 juta ton nikel dan 1 juta ton co.
MBMA juga memiliki ambisi besar untuk mendirikan pabrik HPAL dengan kapasitas produksi 240 ribu ton per tahun. Buana menyebutkan, strategi ini akan meningkatkan volume produksi nikel perseroan.
“Kami memperkirakan produksi nikel perseroan mencapai 92 ribu ton tahun 2023, diharapkan kembali meningkat menjadi 135 ribu ton pada 2024, dan mencapai 180 ribu ton pada 2025,” tulis analis Buana Caiptal Dennis Tay dalam riset yang diterbitkan belum lama ini.
Baca Juga
Terkait kinerja keuangan, Dennis Tay menjelaskan, laba bersih disesuaikan perseroan diprediksi meningkat menjadi US$ 37 juta tahun ini dan diharapkan melesat menjadi US$ 154 juta pada 2024. Sedangkan pendapatan diprediksi naik menjadi US$ 1,42 miliar tahun 2023 dan menjadi US$ 2,20 miliar pada 2024.
Potensi pertumbuhan yang pesat tersebut mendorong Buana Capital untuk mempertahankan rekomendasi beli saham MBMA dengan target harga Rp 870 per saham. Namun demikian, target harga tersebut sudah terlampaui, jika mengacu harga penutupan sesi I hari ini Rp 895.

