Proyeksi Laba AKR Corporindo (AKRA) Dinaikkan, Tapi Sekuritas Ini Pangkas Target Saham, Kok Bisa?
JAKARTA, investortrust.id – PT AKR Corporindo Tbk (AKRA) diperkirakan mencetak penjualan lahan industri lebih baik pada semester II tahun ini. Penjualan lahan industri diharapkan tetap menjadi pendongkrak laba perseroan tahun ini.
Pertumbuhan kinerja keuangan perseroan juga akan didukung ekspketasi peningkatan volume penjualan bahan bakar minyak dan kimia tahun ini. Margin keuntungan bisnis ini juga diharapkan pulih tahun ini.
Analis BRI Danareksa Sekuritas Christian Sitorus dan Richard Jerry mengatakan, AKRA diperkirakan menjual seluas 100 hektare (ha) lahan industri tahun ini dan ditargetkan menjadi 90 ha tahun depan. Angka tersebut lebih rendah dari target manajemen seluas 120 ha.
Baca Juga
Pertebal Kepemilikan, Pengendali AKRA Borong 12,42 Juta Saham Senilai Rp 19,82 Miliar
“Kami memperkirakan mayoritas penjualan lahan industri perseroan dicatatkan pada semester II tahun 2023, dibandingkan raihan kuartal I-2024 seluas 13 ha. Hal ini didasarkan kecenderungan penjualan lahan perseroan dalam dua tahun terakhir,” tulisnya dalam riset yang diterbitkan di Jakarta, hari ini.
Hingga kini, AKRA masih memiliki cadangan lahan seluas 900 ha ditambah berlanjutnya penambahan lahan diharapkan menjadikan bisnis kawasan industri ini menjadi penopang keberlanjutkan pertumbuhan kinerja keuangan perseroan ke depan.
Estimasi Kinerja Keuangan AKRA
Terkait penjualan penjualan bahan bakar minyak (BBM), BRI Danareksa Sekuritas menyebutkan, volume penjualan diperirakan meningkat 1,5% tahun ini, meskipun volume penjualan kuarta I-2024 turun 1%. Permintaan terbesar diharapkan datang dari pelanggan pertambangan.
Margin keuntungan penyaluran BBM juga diperkirakan meningakat dalam beberapa kuartal mendatang, dibandingkan kuartal I-2024 sekitar 7%. Pertumbuhan penjualan dan margin diharapkan terealisasi pada paruh kedua tahun ini.
Sedangkan bisnis penjualan bahan kimia, BRI Danareksa Sekuritas memperkirakan, diperkirakan bertumbuh sebanyak 10%, dibandingkan raihan kuartal I-2024 mencapai 12%. Rata-rata harga jual bisnis ini diperkirakan cenderung stabil.
Baca Juga
Berbagai faktor tersebut mendorong BRI Danareksa Sekuritas merevisi naik target pendapatan perseroan tahun ini sebesar 11%. Kenaikan tersebut menggambarkan peningkatan rata-rata harga jual bahan bakar minyak dan harga jual lahan.
BRI Danareksa Sekuritas merevisi naik target laba bersih perseroan tahun ini dari Rp 2,82 triliun menjadi Rp 2,86 triliun. Sedangkan perkiraan pendapatan direvisi naik dari semula Rp 34,54 triliun menjadi Rp 38,38 triliun.
Sedangkan margi kotor AKRA diharapkan mencapai 11,6% tahun ini dan diharapkan mencapai 11,4% tahun depan. Namun demikian target harga saham AKRA direvisi turun dari Rp 2.000 menjadi Rp 1.850 berdasarkan perhitungan SOTP.
Grafik Saham AKRA

