Harga Bitcoin Terus Menurun, Berikut Prospeknya di Pekan Ini
JAKARTA, investortrust.id - Bitcoin (BTC) terus menunjukan tren penurunan, menutup harga dibawah US$ 64.000 untuk pertama kalinya sejak 14 Mei 2024. Meski begitu, ke depan harga koin kripto papan atas ini berpotensi untuk pulih dan mempertahankan momentum bullish.
Trader Tokocrypto, Fyqieh Fachrur mengungkapkan, dalam tiga bulan belakangan harga BTC bergerak dalam dua garis tren paralel di grafik harian. Dimana, pada 7 Juni kemarin mencapai resistensi di US$ 71.000, sebelum jatuh 8,37% ke US$ 66.114. Penurunan ini diperparah oleh ketidakpastian menjelang rilis data indeks harga konsumen atau consumer price index (CPI).
”ETF (exchange traded fund) Bitcoin spot mengalami arus keluar bersih selama empat dari lima hari terakhir minggu ini,” ujarnya, dalam keterangannya, Senin (24/6/2024).
Kekhawatiran tentang arah suku bunga The Fed, lanjut Fyqieh, juga meningkatkan tekanan jual di pasar. Pasar ETF bitcoin spot di Amerika Serikat (AS) mencatat arus keluar bersih mingguan sebesar US$ 544,1 juta pada 21 Juni lalu.
Baca Juga
Upaya MicroStrategy untuk mengakuisisi 11.931 BTC pada 20 Juni nyatanya tak berhasil merubah suasana pasar yang bearish. Padahal secara historis, investor biasanya bereaksi positif terhadap akuisisi BTC oleh MicroStrategy.
Menurut Fyqieh, pasar ETF spot BTC di AS menghadapi pekan yang penuh tantangan. Indikator ekonomi AS yang akan dirilis minggu ini akan sangat mempengaruhi ekspektasi investor terhadap kemungkinan penurunan suku bunga oleh The Fed pada bulan September, serta minat mereka terhadap ETF spot BTC.
“Selain itu, pasar ETF spot BTC mungkin akan bersaing dengan peluncuran ETF spot Ethereum (ETH) yang tengah dinanti-nanti,” katanya.
Investor kini lebih berhati-hati dalam mengambil langkah, terutama dengan kondisi ketidakpastian yang disebabkan oleh potensi perubahan kebijakan moneter dari The Fed dan perkembangan terbaru dalam regulasi kripto.
“Investor perlu memperhatikan berbagai indikator ekonomi dan perkembangan kebijakan untuk membuat keputusan yang tepat dalam menghadapi volatilitas yang tinggi di pasar kripto,” ucap Fyqieh.
Baca Juga
Bitcoin Nyaris Melorot ke Level US$ 62.000-an, Pasar Antisipasi Penurunan Lebih Dalam
Harga BTC sendiri pada Senin (24/6/2024) pukul 12.00 WIB berada di level US$ 62.57, berada di bawah level support sebelumnya di US$ 64.000. Hal ini menunjukan potensi pelemahan lebih lanjut menuju area support trendline di US$ 62.000 dalam pola ascending triangle.
“Meskipun ada potensi penurunan, BTC masih berada diatas level retracement yang sehat sebesar 23%, menunjukkan bahwa pembeli masih memiliki kendali yang kuat terhadap aset tersebut,” ujar Fyqieh.
Dikatakan Fyqieh, harga BTC saat ini hanya 10% dibawah harga tertinggi sepanjang masa yaitu US$ 73.750. Secara historis, penurunan 20-30% merupakan hal yang normal, terlebih untuk aset kripto. Sehingga memungkinkannya untuk pulih dan mempertahankan momentum bullish.

