IHSG Diramal Rebound, Ini Menu Saham Pilihan Trading Sepekan
JAKARTA, investortrust.id – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diprediksi mengalami rebound pada perdagangan sepakan ke depan, periode 24 – 28 Juni 2024.
IHSG diramal bergerak ke titik resistance level 6.950, titik pivot level 6.900, sedangkan bila terjadi pelemahan akan menuju titik support pada level 6.860.
Seiring potensi penguatan IHSG, Tim Riset PT Phintraco Sekuritas menawarkan menu sejumlah saham pilihan untuk trading selama sepekan.
Saham-saham pilihan tersebut terdiri dari; PT AKR Corporindo Tbk (AKRA), PT Indika Energy Tbk (INDY), PT Indosat Tbk (ISAT), PT Adi Sarana Armada Tbk (ASSA), PT Trimegah Bangun Persada Tbk (NCKL) dan saham PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk (JPFA).
Phintraco menyebut pergerakan IHSG sepekan masih akan didorong oleh sentimen saham PT Barito Renewables Tbk (BREN) pasca keluar dari Papan Pemantauan Khusus (PPK).
Baca Juga
RUPS Lippo Cikarang (LPCK) Tetapkan Direksi dan Komisaris Baru, Ini Susunannya
‘’Penguatan saham BREN turut memicu penguatan signifikan pada sejumlah saham bluechip di Jumat (21/6). Kondisi ini diperkirakan masih akan berlanjut di awal pekan mengingat tidak banyak perubahan sentimen dari Jumat (21/6),’’ ulas Tim Riset PT Phintraco Sekuritas dalam riset mingguan dikutip, Minggu (23/6/2024).
Pasar saham juga akan ditopng oleh sentimen domestik dari keputusan BI untuk menahan sukubunga acuan di level 6,25%.
‘’Untuk mengembalikan stabilitas nilai tukar Rupiah, BI akan mengoptimalkan upaya intervensi menggunakan sejumlah instrumen moneter untuk menarik inflow kembali ke Indonesia,’’ urainya.
Dari skala global, IHSG akan ditopang oleh Indeks-indeks Wall Street di Amerika Serikat (AS) yang lanjutkan tren positif pada pekan lalu, meski S&P 500 tertekan di Jumat (21/6) akibat pullback pada harga saham NVIDIA.
Baca Juga
Pelayaran Nelly (NELY) Tebar Sisa Dividen Tunai Rp 35,35 Miliar, Ini Jadwalnya
Dikatakan, Wall Street masih ditopang optimisme pemangkasan suku bunga acuan the Fed di FOMC September 2024 sebesar 59,5% (CME FedWatch Tools). Sejumlah petinggi the Fed dijadwalkan menyampaikan pidato dalam sepekan ke depan, bersamaan dengan jadwal rilis data Personal Consumption Expenditure (PCE) sebagai salah satu indikator inflasi penting di AS.
Meski demikian, tekanan pada nilai tukar Rupiah masih cukup besar. Rupiah melemah 0,12% ke Rp16.445/USD di Jumat (21/6). Kondisi yang bertolak belakang dengan penguatan IHSG hingga 0,89% ke 6879,98 di hari yang sama.
Grafik IHSG selama sepekan terakhir:

