Direksi Borong Saham Miliaran Rupiah, Harga BBRI Melonjak 3,98% di Akhir Pekan
JAKARTA, Investortrust – Sejumlah direksi PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) kompak memborong saham Perseroan. Aksi kesekian dilaukan direksi setelah harga BBRI telah terdiskon sekitar 255% sejak awal tahun.
Berdasarkan laporan keterbukaan informasi, dikutip Kamis (20/6/2024), ada sejumlah direksi ikut memborong saham BBRI sejak pertengahan Juni. Direktur Utama BBRI, Sunarso, merogoh kocek sekitar Rp997 juta untuk mengantongi sebanyak 227.700 saham pada posisi Rp4.380/saham pada 13 Juni 2024.
Sementara Direktur Bisnis Konsumer BBRI Handayani tercatat memborong sebanyak 450.000 saham seharga Rp4.324/unit. Total dana yang dikucurkan sebesar Rp1,95 miliar pada 12 Juni 2024.
Sedangkan Direktur Commercial, Small, and Medium Business BBRI Amam Sukriyanto membeli sebanyak 230.000 saham. Ia membeli pada harga Rp4.200/unit, atau setara dengan sekitar Rp966 juta pada 14 Juni 2024.
Sesuai laporan keterbukaan informasi terpisah, ada dua direktur BBRI lain yang melakukan penambahan kepemilikan saham. Mereka adalah Direktur Digital dan TI Arga M. Nugraha dan Direktur Keuangan BBRI Viviana Dyah Ayu.
Baca Juga
Saatnya Akumulasi, Kekhawatiran Pasar terhadap Saham BRI (BBRI) Berlebihan
Arga membeli sebanyak 240.900 saham BBRI, pada posisi harga saham Rp 4.150 per saham. Ia merogoh kocek sebesar Rp999 juta. Sedangkan Viviana, melalui beberapa kali pembelian sejak 6 Juni 2024, telah memborong sebanyak 440.000 saham. Total dana yang dikeluarkan mencapai Rp1,89 miliar.
Tak hanya itu, sebelumnya pada tanggal 7 Juni 2024 tercatat Wakil Direktur Utama BRI Catur Budi Harto membeli 230.000 saham BBRI. Selang tiga hari, yakni pada tanggal 10 Juni 2024 Direktur Bisnis Mikro BRI Supari membeli 213.300 saham BBRI.
Corporate Secretary BRI Agustya Hendy Bernadi mengungkapkan bahwa pembelian saham BBRI oleh direksi ini bersifat pribadi. “Tujuan transaksi untuk investasi,” tegas Hendy.
Analis RHB Sekuritas Andrey Wijaya dan David Chong menilai potensi kenaikan harga saham bakal lebih besar karena risikonya sudah diperhitungkan. Keduanya menilai pertumbuhan kinerja BBRI merupakan yang tercepat di sektor ini.
“CoC 4M24 turun menjadi 3,7% (3M24; 3,8%), dengan ekspektasi akan turun di bawah 3% untuk sepanjang tahun. Rasio CASA dan LDR tetap stabil,” papar keduanya melalui laporan riset (11/6/2024).
Laba empat bulan pertama tahun 2024 yang meningkat 4,5% dengan ekspektasi analis. Porsi kenaikan setara dengan 28% dari perkiraan untuk tahun 2024.
Baca Juga
BRI Konsisten di Segmen UMKM & Ultra Mikro, Analis Rekomendasikan Saham BBRI
Melihat potensi yang amat menarik tersebut, RHB Sekuritas mempertahankan dan menegaskan rekomendasi Buy/Beli saham BBRI. Target kenaikan dipatok pada posisi Rp6.300/saham, atau terkerek sekitar 40%.
Di sisi lain, sebanyak 33 analis kompak merekomendasikan Buy/Beli saham BBRI berdasarkan konsensus Bloomberg. Sementara tidak ada satupun analis rekomendasikan Sell. Seluruhnya kompak menyematkan rating Buy. Konsensus Bloomberg menghasilkan target harga potensial Rp6.105/saham untuk 12 bulan ke depan.
Jayden Vantarakis, Analis Macquarie memberikan rekomendasi buy dengan target harga dapat mencapai Rp6.630/saham. Lebih optimis, Erni M. Siahaan, Analis Ciptadana Sekuritas memberikan rekomendasi buy dengan target harga Rp7.000/saham. Pada penutupan bursa saham Jumat, 21 Juni 2024 saham BBRI ditutup di level Rp4.440/saham atau ditutup menguat 3,98%.
Baca Juga
Mantap! BRI Raih Predikat Bank Nomor Wahid di RI Versi Fortune 500
