Meski IHSG Koreksi, Mandiri Sekuritas Jagokan Saham BBCA, AMMN, dan SHID
JAKARTA, investortrust.id – Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI), Jumat (19/1/2024), bergerak melemah dengan koreksi mencapai 12 poin (0,16%) menjadi 7.240 hingga pukul 09.15 WIB.
Meski IHSG melemah, Mandiri Sekuritas tetap menjagokan saham BBCA dipertahankan beli dengan target harga Rp 9.950, saham AMMN direkomendasikan beli dengan target harga Rp 7.700, dan saham SHID direkomendasikan speculative buy dengan target harga Rp 2.020.
Baca Juga
Pengendali Agresif Tambah Saham Tempo Scan (TSPC), Analis Ungkap Fakta Ini
Terkait pergerakan harga tiga saham tersebut, BEI mencatatkan, saham BBCA berhasil menguat tipis Rp 25 menjadi Rp 9.700 hingga pukul 09.42 WIB. Begitu juga dengan saham AMMN sempat menguata ke level Rp 7.575, dibandingkan harga penutupan kemarin Rp 7.475.
Sedangkan saham SHID kembali torehkan penguatan mencapai Rp 320 (15,69%) menjadi Rp 2.360 hingga pukul 09.40 WIB. Harga saham ini telah menguat melampaui harga terakhir sebelum suspensi 12 Januari 2024 level Rp 2.380.
Terkait koreksi IHSG awal transaksi hari ini dipicu atas pelemahan sejumlah sektor saham, seperti saham sektor energi, industry, transportasi, kesehatan, dan consumer primer. Sebaliknya penguatan melanda saham sektor material dasar, teknologi, dan properti.
Baca Juga
Ayam Nelongso Asal Malang Masuk Bursa, Incar Dana IPO Rp 62 Miliar
Di tengah pelemahan IHSG, saham emiten Prajogo Pangestu, PT Chandra Asri Petrochemical Tbk (TPIA) lanjutkan penguatan dengan kenaikan Rp 360 (8,45%) menjadi Rp 4.620. Sedangkan saham PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN) kembali lanjutkan penurunan hingga auto reject bawah (ARB).
Penguatan juga melanda saham PT Bangun Karya Perkasa Jaya Tbk (KRYA) naik Rp 13 (24,53%) menjadi Rp 65, PT Gema Grahasarana Tbk (GEMA) melesat auto reject atas (ARA) Rp 62 (24,41%) menjadi Rp 316, dan PT Citra Nusantara Gemilang Tbk (CGAS) menguat Rp 140 (18,42%) menjadi Rp 900.

