IHSG Berpeluang Lanjutkan Koreksi, Saham INTP dan JPFA Layak Dipantau
JAKARTA, investortrust.id – Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI), Kamis (20/6/2024), diperkirakan bergerak lanjutkan penurunan ke area support 6.639. Hal ini dipicu pola pergerakan indeks dalam beberapa hari terakhir.
BRI Danareksa Sekuritas dalam riset yang diterbitkan di Jakarta, hari ini, menyebutkan bahwa belum ada tanda-tanda pembalikan arah trend. IHSG masih memiliki peluang tinggi untuk menuju area support selanjutnya 6.639.
Baca Juga
Garuda Indonesia (GIAA) Masuk ke Jajaran Perusahaan Terbaik se-Asia Tenggara Versi Fortune
Meski demikian, BRI Danareksa Sekuritas memperkirakan sejumlah saham masih layak untuk ditransaksikan. Di antaranya saham INTP direkomendasikan beli dengan target harga 7.800-8.825 dan saham JPFA direkomendasikan beli dengan target harga Rp 1.445-1.600. Sebaliknya saham ADRO dan ARTO direkomendasikan jual.
IHSG kemarin ditutup turun 7,91 poin (0,12%) menjadi 6.726,92. Investor asing kembali merealisasikan penjualan bersih (net sell) saham senilai Rp 709,77 miliar. Terbanyak melanda saham PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) Rp 369,60 miliar, PT Bank Central Asia TbK (BBCA) Rp 135,80 miliar, dan PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) Rp 102,70 miliar.
Baca Juga
Penurunan indeks kemarin dipicu atas koreksi sejumlah sektor saham, seperti saham sektor consumer primer 1,94%, sektor transportasi 1,60%, sektor properti 1,52%, sektor teknologi 1,34%, dan sektor kesehatan 1,35%. Sebaliknya penguatan melanda saham sektor infrastruktur 0,84%, sektor energi naik 0,80%, dan sektor industry 0,07%.
Sebaliknya bursa saham Wall Street libur dalam rangka memperingati Juneteenth, namun sehari sebelumnya berhasil cetak penguatan tipis.

