Pejualan Indocement (INTP) Pulih? Begini Perkiraannya
JAKARTA, investortrust.id – PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk (INTP) menunjukkan pertumbuhan volume penjualan pesat pada bulan Mei 2024. Pertumbuhan volume perseroan lebih tingi, dibandingkan kenaikan penjualan industry.
Berdasarkan data volume penjualan industry semen nasional meningkat sebanyak 3% menjadi 22,7 juta ton Januari-Mei 2024. Sedangkan pertumbuhan volume penjualan perseroan mencapai 10% menjadi 6,73 juta ton.
Baca Juga
Stagnan di Kuartal I, Indocement (INTP) Tetap Optimistis Pasar Semen Nasional Tumbuh 3%
Kenaikan paling pesat industry semen terjadi pada bulan Mei 2024 mencapai 11% menjadi 5,43 juta ton. Begitu juga dengan penjualan perseroan mencapai 21% menjadi 1,51 juta ton di luar penjualan semen Grobogan yang telah diakuisisi perseroan.
Lompatan volume penjualan semen perseroan bulan lalu berasal dari produk semen curah dengan kenaikan pesat didukung proyek IKN dan Kaltara. Sedangkan pertumbuhan penjualan semen curah relative terbatas. Kenaikan volume penjualan tersebut menjadikan pangsa pasar INTP menjadi 29,3% atau turun tipis dari April 2023 sebanyak 30%.
Estimasi Kinerja Keuangan INTP
“Meksi penjualan industry semen dan perseroan menunjukkan pemulian pada Mei 2024, dibandingkan April 2024, kami menilai bahwa pemulihan tersebut masih terlalu dini untuk disimpulkan bahwa penjualan semen nasional akan terus bertumbuh sampai akhir tahun,” tulis analis BRI Danareksa Sekuritas Richard Jerry dan Christian Sitorus dalam riset yang diterbitkan di Jakarta, pekan lalu.
BRI Danareksa Sekuritas menyebutkan outlook penjualan semen baru bisa disimpulkan setelah melihat pole permintaan semen dalam 1-2 bulan ke depan. Apalagi setelah dinaikkannya harga jual semen kemasan belum lama ini.
Baca Juga
Indocement (INTP) Kasih Bocoran Jumlah Dividen Tahun Buku 2023
Meski demikian, BRI Danareksa Sekuritas mempertahankan rekomendasi beli saham INTP dengan target harga Rp 8.400. Target harga tersebut mempertimbangkan harga saham INTP saat ini ditransaksikan di level EV/t sekitar US$ 91.
BRI Danareksa Sekuritas menargetkan laba bersih perseroan menjadi Rp 1,73 triliun tahun ini, dibandingkan realisasi tahun lalu Rp 1,95 triliun. Sebaliknya pendapatan perseroan diprediksi meningkat dari Rp 17,95 triliun menjadi Rp 18,88 triliun.
Grafik Saham INTP terhadp IHSG

