UBC Medical Gelar Bookbuilding Rabu Lusa, Pasang Harga Penawaran Rp 100 – Rp 105
JAKARTA, investortrust.id – Perusahan distributor alat kesehatan, PT UBC Medical Indonesia Tbk (LABS) dijadwalkan melakukan penawaran awal atau bookbuilding dalam rangka penawaran umum perdana saham atau initial public offering (IPO), pada Rabu (19/6/2024).
Proses bookbuilding ini berlangsung hingga 26 Juni 2024, dengan menawarkan dan menerbitkan sebanyak 700 juta lembar saham biasa atas nama.
Jumlah saham tersebut mewakili sebesar 17,72% dari jumlah seluruh modal ditempatkan dan disetor penuh dalam Perseroan setelah Penawaran Umum Perdana dengan nilai nominal sebesar Rp 20.
Berdasarkan Prospektus IPO yang dikutip, Senin (17/6/2024) disebutkan, Perseroan menetapkan harga penawaran awal Rp 100 hingga Rp 105 per saham.
Dengan harga penawaran dan jumlah saham baru yang diterbitkan, Perusahaan yang berbasis di Kawasan Industri Pulogadung, Jakarta tersebut berpotensi meraup dana segar hasil IPO sebesar Rp 70 miliar hingga Rp 73,50 miliar.
Baca Juga
IPO, Cipta Perdana Lancar Pasang Harga Penawaran Awal Rp 100 – Rp 105
Untuk mensukseskan hajatan ini, Perseroan menggandeng PT Lotus Andalan Sekuritas. sebagai penjamin pelaksana emisi. Pihak Lotus Sekuritas menyatakan kesanggupan penuh (full commitment) terhadap sisa saham yang ditawarkan namun tidak dipesan dalam Penawaran Umum Perdana, sesuai porsi masing-masing.
Masih mengutip prospektus, seluruh dana yang diperoleh dari hasil IPO, setelah dikurangi seluruh biaya-biaya emisi, akan digunakan oleh Perseroan untuk modal kerja Perseroan.
Sebagai catatan, UBC Medical dikendalikan PT Optel Investama Mulia dengan menguasai 87,98% saham, kemudian PT Inodia mengempit 0,02% saham, Budi Hariadi sebanyak 4%, Silvia 4% dan David Tandris memegang 4% saham.
Adapun PT Optel Investama Mulia merupakan perusahaan yang bergerak di bisnis konsultasi manajemen yang didirkan pada tahun 2020. Perusahaan ini dikendalikan oleh Laurentia Hariadi selaku pemegang 40% saham sekaligus menjabat sebagai direktur utama.
Baca Juga
UBC Medical sendiri merupakan distributoralat kesehatan yang didirikan pada tahun 2014. Ijin Penyalur Alat Kesehatan (IPAK) dari kementerian Kesehatan serta Ijin Edar atas 2 Produk utama Alat Kesehatan dikantongi pada tahun 2016.
Perseroan berfokus pada penyediaan alat Kesehatan diagnostic in-vitro (instrumen) dan reagen, yang merupakan solusi untuk mendeteksi penyakit menular dan kelainan bawaan.
Sepanjang tahun 2017 sampai dengan tahun 2021 Perseroan mulai mengembangkan bisnisnya dengan menyasar pelanggan dari segmen pemerintahan yang antara lain Litbangkes Kementerian Kesehatan, dan Kementerian Pertahanan, di mana Perseroan berhasil menjadi pemasok alat Kesehatan untuk program-program Pemerintah.
Perseroan saat ini ditunjuk sebagai distributor berdasarkan Letter of Authorization dari prinsipalprinsipal yang merupakan produsen bioteknologi dari Negara-negara Maju yang antara lain: Amerika Serikat, Jepang, dan Cina dalam memberikan teknologi terbaik untuk laboratorium di seluruh Indonesia.
Perseroan memperoleh Letter of Authorization antara lain dari: Qiagen GmbH, Nipro Corporation dan Sansure Biotech Inc. dimana ketiganya adalah perusahaan bioteknologi internasional yang telah bereputasi.
Sebagai informasi Qiagen adalah perusahaan pelopor bioteknologi dari Amerika Serikat yang berdiri sejak tahun 1980, Nipro Corporation adalah perusahaan manufaktur peralatan medis Jepang yang berdiri tahun 1954, dan terdaftar di Bursa Saham Tokyo dan Osaka Securities Exchange, serta Sansure adalah penyedia jasa diagnostic invitro terintegrasi dari china yang telah berdiri sejak tahun 2008.
Berikut perkiraan jadwal IPO PT UBC Medical Indonesia Tbk:
Masa Penawaran Awal: 19-26 Juni 2024
Tanggal Efektif: 28 Juni 2024
Masa Penawaran Umum: 2 Juli – 4 Juli 2024
Tanggal Penjatahan: 4 Juli 2024
Tanggal Distribusi Saham secara Elektronik: 5 Juli 2024
Tanggal Pengembalian Uang Pemesanan: 8 Juli 2024
Tanggal Pencatatan Saham dan Waran Seri I: 5 Juli 2024.

