Tripar Multivision (RAAM) Gelar RUPSLB, Ini Hasilnya
JAKARTA, investortrust.id – Rapat umum pemegang saham luar biasa (RUPSLB) PT Tripar Multivision Plus Tbk (RAAM) menyetujui perubahan penggunaan dana hasil penawaran umum perdana (initial public offering/IPO) saham perseroan.
“RUPSLB perseroan telah menyetujui perubahan penggunaan dana hasil IPO tersebut yang terbagi atas dua poin,” kata Corporate Secretary Tripar Multivision Plus, Sugiri dalam keterangan resmi di Jakarta, Kamis (23/11/2023).
Poin pertama, menurut Sugiri, selain untuk pembiayaan kegiatan produksi dan pemasaran, perseroan menambahkan penggunaan dana hasil IPO untuk investasi pada bidang usaha lain sebagai penunjang pengembangan usaha.
Baca Juga
Film Ini Terlaris Kedua, Mutivision Plus (RAAM) Bidik Laba Rp 100 Miliar
“Ke depan, bisnis perseroan akan semakin terintegrasi dan memperluas ekosistem dalam industri perfilman,” ujar Sugiri.
Sebelumnya, perusahaan emiten subsektor media dan entertainment ini mengumumkan rencana akuisisi 30% saham grup media PT Bersatu Universe Digital Indonesia (B-Universe). Direktur Tripar Multivision Plus, Vikas Chand Sharma menjelaskan, niat kolaborasi ini telah dikukuhkan dalam memorandum of understanding (MoU) antara perusahaan berkode saham RAAM tersebut dengan B-Universe pada 20 September 2023.
Selanjutnya, dalam RUPSLB yang diselenggarakan pada Rabu (22/11/2023), perseroan menyatakan tetap menggunakan dana hasil IPO untuk pembangunan dan pengoperasian teater baru Platinum Cineplex, melalui anak usahanya PT Platinum Sinema.
“Hanya saja, perseroan mengubah kota-kota tempat pembangunan bioskop tersebut karena terdapat kota-kota lain yang dinilai lebih memiliki potensi untuk pengembangan usaha PT Platinum Sinema,” jelas Sugiri.
Dengan memperhatikan dinamika dan potensi bisnis, kata Sugiri, Tripar Multivision juga mengusulkan untuk tidak secara langsung menyebutkan nama kota-kota tersebut. Namun pembangunan dan pengoperasian teater baru dipastikan tetap fokus pada daerah-daerah di Pulau Jawa, Kalimantan, Sumatera, dan Sulawesi.
Tripar Multivision Plus menjadi rumah produksi yang tidak hanya memproduksi sinetron-sinetron dan film-film besar serta legendaris di Indonesia, tetapi juga memiliki bisnis lain, seperti distribusi film dan pengoperasian bioskop Platinum Cineplex.
Baca Juga
Gara-gara Ini, Laba Perusahaan Raam Punjabi (RAAM) Anjlok 33,39%
Perseroan telah mendistribusikan berbagai film India di Indonesia, Thailand, dan Timor Leste dan menjadi yang terbesar dengan pangsa pasar lebih dari 95%.
Selain itu, Tripar Multivision Plus mendistribusikan film Indonesia dan film Hollywood ke berbagai negara di kawasan Asia, seperti Malaysia, Singapura, Vietnam, dan Kamboja. Perseroan memiliki 11 bioskop dengan nama Platinum Cineplex.
Pada 2024, manajemen berencana membangun lima bioskop baru yang tersebar di beberapa kota di Indonesia. “Selain telah dikenal luas sebagai pelopor di industri perfilman nasional, RAAM telah memiliki bisnis yang saling terintegrasi dan ke depannya akan semakin memperluas dan memperkuat ekosistemnya,” tutur Sugiri.
Dengan perubahan rencana penggunaan dana hasil IPO tersebut, manajemen berharap akan semakin memperkuat lini bisnisnya dan meningkatkan kinerja perusahaan.(CR-10)

