Fakta DSSA: Saham Termahal, Pegang Treasuri Rp 21,88 Triliun, hingga Disuspensi BEI
JAKARTA,investortrust.id – Bursa Efek Indonesia (BEI) menghentikan sementara perdagangan saham termahal ini, PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA). Hal ini dipicu atas lompatan harga saham grup Sinarmas ini.
“Sehubungan dengan terjadikan peningkatan harga kumulatif yang signifikan, BEI mamandang perlu untuk menghentikan sementara perdagangan saham DSSA mulai sesi I pada 22 Januari 2024,” Kepala Divisi Pengawasan Transaksi BEI Yulianto Aji Sadono dan Kepala Divisi Pengaturan & Operasional Perdagangan BEI Pande Made Kusuma Ari A dalam penjelasan resminya di Jakarta, Senin (22/1/2024).
Baca Juga
Sentuh Level Rp 142 Ribu, BEI Akhirnya Gembok Saham Termahal (DSSA)
Berdasarkan data BEI, saham DSSA telah melesat dari level Rp 80 ribu menjadi Rp 142 ribu sepanjang Januari berjalan 77,5%.
Bahkan, saham DSSA masuk dalam daftar top 10 saham paling cuan sepanjang pekan lalu dengan kenaikan mencapai 57,91% dari level Rp 89.925 menjadi Rp 142 ribu per saham. Hal ini memperkokoh posisi perseroan sebagai saham termahal di BEI.
Berkat lompatan harga tersebut, nilai saham treasury yang digenggam perseroan melesat menjadi Rp 21,88 triliun. Sebagaimana diketahui perseoran menguasai sebanyak 20% atau setara dengan 154.105,327 juta saham DSSA setelah menuntaskan pembelian kembali (buy back) saham tahun lalu.
Baca Juga
Hanya 5 Bulan, Dian Swastatika (DSSA) Cuan dari Saham Buy Back Rp 13,25 Triliun
Hingga September 2023, perseroan membukukan penurunan pendapatan usaha dari US$ 4,15 miliar menjadi US$ 4,09 triliun. Laba usaha juga turun dari US$ 1,21 miliar menjadi US$ 1,06 miliar.
Penurunan tersebut membuat laba periode tahun berjalan perseroan ikut turun dari US$ 795,41 juta menjadi US$ 749,57 juta. Sedangkan laba periode berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk justru naik dari US$ 348,74 juta menjadi US$ 375,82 juta. Laba per saham dasar yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk naik menjadi US$ 0,61 per saham.

