DSSA: Pegang Treasury Rp 20 Triliun hingga Jadi Saham Termahal di Bursa
JAKARTA, investrotrust.id – Penguatan harga saham PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) berlanjut menjelang penutupan perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI), Kamis (18/1/2024). Kenaikan tersebut memperkuat posisi DSSA sebagai saham yang termahal yang tercatt di bursa saat ini.
Berdasarkan data perdagangan saham BEI, saham DSSA melesat senilai Rp 11.525 (9,41%) menjadi Rp 134.000. Saham perusahaan grup Sinarmas ini bergerak dalam rentang Rp 121.950-134.700.
Baca Juga
Padahal, BEI sebelumnya telah menetapkan saham DSSA dalam daftar saham yang begerak luar kebiasaan atau unusual market activity (UMA) pada Rabu (17/1/2024). Hal ini dipicu atas lompatan harga saham ini dalam beberapa hari terakhir.
Data BEI mengungkap bahwa saham DSSA telah melambung dari level Rp 80 ribu per saham akhir 2023 menjadi Rp 134.000 pada penutupan perdagangan hari ini. Penguatan saham ini telah mencapai 67,5% sepanjang Januari 2024 berjalan.
Tak hanya menjadi saham termahal, DSSA tercatat sebagai satu-satunya emiten di BEI yang menggenggam saham treasury dengan nilai jumbo. Perseroan menggenggam sebanyak 20% saham treasury atau setara dengan 154.105.327 juta saham DSSA, nilai saham yang digenggam tersebut setara dengan Rp 20,65 triliun.
Baca Juga
Buyback Terbesar, Dian Swastatika (DSSA) Gelontorkan Rp 7,39 Triliun untuk 19,99% Saham
Hingga September 2023, perseroan membukukan penurunan pendapatan usaha dari US$ 4,15 miliar menjadi US$ 4,09 triliun. Laba usaha juga turun dari US$ 1,21 miliar menjadi US$ 1,06 miliar.
Laba periode berjalan perseroan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk naik dari US$ 348,74 juta menjadi US$ 375,82 juta. Laba per saham dasar yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk naik menjadi US$ 0,61 per saham.

