Pasar Wait and See Jelang Rilis CPI dan FOMC, Aset Kripto Kompak Turun Cukup Dalam
JAKARTA, investortrust.id – Aset kripto kompak berguguran pada perdagangan tengah pekan ini. Pekan ini akan didominasi oleh dua peristiwa penting yakni keputusan suku bunga bank sentral Amerika Serikat (AS) The Fed dan konferensi pers yang menyertainya, serta laporan Indeks Harga Konsumen (CPI) bulan Mei.
“Volatilitas pasar kripto berpotensi meningkat ketika kedua data tersebut rilis, CPI akan dirilis pada hari Rabu (12/6/2024) pukul 19.30 WIB. Sementara hasil dari pertemuan Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC) pada Kamis (13/6/2024) dini hari pukul 01.00 WIB,” kata Financial Expert Ajaib Kripto Panji Yudha, dikutip Rabu (12/6/2024).
Menilik data perdagangan Rabu (12/6/2024) pukul 06.35 WIB, 10 besar koin kripto papan atas longsor. Bitcoin (BTC) terpantau ambles 2,98% dalam 24 jam terakhir menjadi US$ 67.363,67, Ethereum (ETH) turun 4,60% ke US$ 3.494,76, BNB terkoreksi 3,16% ke US$ 601,5, dan Solana (SOL) anjlok 5,91% ke US$ 149,13.
Begitujuga dengan XRP yang melemah 3,12% ke US$ 0,48, Dogecoin (DOGE) ambles 4,46% ke US$ 0,13, Toncoin (TON) turun 3,59% ke US$ 6,94, dan Cardano (ADA) melemah 4,25% ke US$ 0,42.
Baca Juga
Tercatat kapitalisasi pasar kripto global adalah US$ 2,44 triliun, turun 3,31% dibandingkan hari terakhir. Total volume pasar kripto selama 24 jam terakhir adalah US$ 94,58 miliar, meningkat 44,63%.
Total volume di DeFi saat ini $6,45 miliar, 6,82% dari total volume pasar kripto 24 jam. Volume semua koin stabil sekarang adalah US$ 88,1 miliar, yang merupakan 93,15% dari total volume pasar kripto 24 jam.
Dominasi Bitcoin saat ini sebesar 54,45%, meningkat 0,23% sepanjang hari. Meski demikian, BTC cenderung bergerak sideways dalam empat hari terakhir setelah penurunan pekan lalu pada Jumat (7/11/2024).
Inflasi Amerika Serikat diproyeksikan naik sekitar 0,1% month on month (MoM) di bulan Mei, penurunan signifikan dari kenaikan 0,3% MoM di bulan April. Sementara, secara tahunan masih berada pada angka 3,4% year on year (YoY), sama seperti pada bulan April.
Menurut alat CME FedWatch Tool, memperkirakan The Fed akan kembali mempertahankan suku bunga di kisaran 5,25% - 5,50% pada FOMC Juni. Sementara, FOMC September terdapat peluang 45% The Fed akan mulai memangkas suku bunganya sebesar 25 bps atau 0,25% menjadi 5,00% - 5,25%.
“Apabila data CPI sesuai atau lebih rendah dari ekspektasi pasar maka potensi mendorong BTC untuk kembali naik ke sekitar US$ 73.000. Sementara, apabila CPI lebih tinggi dari ekspektasi pasar maka berpotensi membawa BTC turun dari support US$ 69.000 untuk melemah ke MA-100 di sekitar US$ 66.750,” ujar Panji.
Baca Juga
Perhatian! Pekan Ini Jadi Momen Penting untuk Pergerakan Reli Bitcoin Berikutnya
Adapun reli Bitcoin terpaksa terhenti pekan lalu dengan rilis data ketenagakerjaan oleh Departemen Tenaga Kerja AS pada Jumat (7/6/2024) yang melampaui ekspektasi pasar sehingga menyebabkan harga BTC tergelincir hingga ke US$ 68.507 yang pada awalnya sempat naik hingga mencapai US$ 71.907. Sedangkan, Indeks Dolar Amerika Serikat (DXY) menguat seiring rilis data pasar tenaga kerja AS yang lebih tinggi dari perkiraan.
Biro Statistik Tenaga Kerja AS melaporkan data tenaga kerja nonfarm payrolls (NFP) naik 272.000 pada Mei 2024, melampaui proyeksi pasar sebesar 180.000. Sementara itu, pendapatan rata-rata per jam naik 0,4% MoM dari bulan April dan 4,1% YoY. Adapun, tingkat pengangguran yang berasal dari survei terpisah meningkat menjadi 4% dari 3,9%. Angka pengangguran naik ke level 4% untuk pertama kalinya dalam lebih dari dua tahun terakhir.
Disisi lain, perdagangan ETF pekan lalu kembali ditutup positif di mana ETF Bitcoin spot di AS ditutup dengan arus masuk lebih dari US$ 1,8 miliar minggu lalu, melanjutkan rekor inflow sepanjang 18 hari berturut-turut. Lonjakan besar mengalir ke ETF BTC spot terjadi pada perdagangan Selasa (4/6/2024) yang mencapai US$ 886,6 juta, tertinggi sejak 13 Maret 2024.

