Pasar Kripto Kompak Rontok Menjelang Laporan CPI Pekan Ini
JAKARTA, investortrust.id - Pasar kripto kembali mengalami penurunan berjamaah pada awal pekan WIB, usai di awal pekan lalu mengalami penurunan yang cukup dalam dipicu oleh beberapa sentimen negatif. Namun pasar telah menunjukkan tanda-tanda pemulihan, meskipun terus berfluktuasi mendekati level resistensi. Ketidakstabilan ini disebabkan oleh perkiraan laporan indeks harga konsumen Amerika Serikat (CPI) yang akan dirilis pekan ini yang dapat menyebabkan volatilitas lebih lanjut pada harga kripto.
Harga kripto telah naik selama lima hari berturut-turut, dipicu oleh menurunnya kekhawatiran akan resesi AS menyusul angka klaim pengangguran yang positif. Pasar dipenuhi dengan warna hijau, dengan Bitcoin dan beberapa altcoin melonjak lebih dari 35% dari posisi terendah mingguannya. Namun sayangnya kenaikannya terhenti.
Menilik data Coinmarketcap, Senin (12/8/2024) pukul 08.30 WIB nampak semua koin di jajaran 100 market cap terbesar kompak melemah. Bitcoin (BTC) nampak turun 4,15% dalam 24 jam terakhir ke US$ 58.493, Ethereum (ETH) merosot 2,92% ke US$ 2.545, BNB terjerumus 3,28% ke US$ 508,11, Solana (SOL) anjlok hingga 7,01% ke US$ 143,75.
Kapitalisasi pasar kripto global tercatat US$ 2,06 triliun, turun 3,52% dibandingkan hari terakhir. Total volume pasar kripto selama 24 jam terakhir adalah US$ 57,96 miliar, meningkat 49,27%. Dominasi Bitcoin saat ini sebesar 56,32%, turun 0,13% sepanjang hari.
Baca Juga
OJK Rilis Peta Jalan IAKD 2024-2028, Pelaku Usaha: Kemajuan Signifikan bagi Industri Kripto
Ke depannya, 14 Agustus akan menjadi tanggal penting bagi industri kripto, karena AS akan merilis laporan CPI terbaru. Para ekonom memperkirakan laporan ini akan menunjukkan sedikit penurunan inflasi, dengan keseluruhan CPI diperkirakan turun dari 3,0% menjadi 2,9% di bulan Juli. CPI inti, yang tidak mencakup harga pangan dan energi karena tidak dapat diprediksi, juga diperkirakan akan turun sedikit dari 3,3% menjadi 3,2%.
Mengutip Coinpedia, Senin (12/8/2024) penurunan inflasi bisa menjadi kabar baik bagi Bitcoin dan altcoin karena mempengaruhi keputusan yang dibuat oleh Federal Reserve.
Selama pertemuan kebijakan moneter bulan Juli, The Fed menyarankan agar mereka menurunkan suku bunga pada bulan September. Saat ini, para analis terpecah mengenai apakah penurunan suku bunga ini akan sebesar 0,25% atau lebih besar sebesar 0,50%.
Baca Juga
Begini Progres Peralihan Pengawasan Kripto dari Bappebti ke OJK
Prediksi terbaru Federal Reserve Bank of Cleveland menunjukkan bahwa tingkat inflasi keseluruhan (headline CPI) diperkirakan sebesar 0,24% untuk bulan Juli, dan tingkat inflasi inti, tidak termasuk harga makanan dan energi, diperkirakan sebesar 0,27%.
Beberapa bank, seperti ING Bank dan Citi memperkirakan penurunan suku bunga sebesar 0,50%. Sementara bank lain, seperti Goldman Sachs dan Societe Generale, memperkirakan penurunan suku bunga lebih kecil sebesar 0,25%.
Cryptocurrency umumnya meningkat nilainya ketika Federal Reserve menurunkan suku bunga. Misalnya, pada bulan Maret 2020, selama pandemi, The Fed memangkas suku bunga resmi menjadi nol. Setelah itu, nilai Bitcoin melonjak, mencapai titik tertinggi sepanjang masa sebesar US$ 69.000 pada tahun 2021.
Jika The Fed melakukan penurunan suku bunga yang signifikan kali ini, mungkin harga Bitcoin bisa menuju angka US$ 70.000 pada akhir pekan.

