Inkonsistensi JP Morgan di Saham GOTO?
JAKARTA, investortrust.id – Saham PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) menggemparkan publik setelah harganya sempat menyentuh level terendah sepanjang masa Rp 50 pada perdagangan intraday sesi II Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin (10/6/2024).
Harga saham perusahaan teknologi terbesar di Indonesia ini yang listing perdana di BEI tahun 2022 ini tak terduga menyentuh Rp 50 atau level harga terendah (rock bottom) untuk perdagangan reguler saham di BEI. Penurunan harga tersebut juga membuat kaget sejumlah investor, karena penurunan terjadi tiba-tiba usai jeda istirahat siang atau pada awal sesi II.
Baca Juga
Saat perdagangan pasar sesi II dibuka, terjadi lonjakan order jual secara massif saham GOTO. Saham ini dibuka pada level Rp 56 dan hanya dalam 16 menit terjun ke level Rp 50. Meski demikian, saham GOTO bertahan di level rock bottom hanya dalam hitungan detik.
Berdasarkan data RTI, GOTO ditransaksikan pada harga Rp 50 sebanyak 230 kali dengan volume 1,5 juta lot. Momentum ini dimanfaatkan para traders untuk mengakumulasi saham GOTO, sehingga terjadi pembalikan arah sampai ditutup Rp 56 atau level yang sama pada awal sesi II. Dengan demikian penurunan saham GOTO kemarin hanya Rp 2 poin atau 3,45%.
Berdasarkan data perdagangan saham GOTO hingga penutupan terungkap bahwa antrian beli saham GOTO harga Rp 50 mencapai lebih dari 17 juta lot. Tembok penahan juga terlihat di level harga Rp 51 dan Rp 52 dengan volume permintaan masing-masing 12 juta lot dan 11 juta lot.
Baca Juga
RUPSLB GOTO Batalkan Agenda Private Placement 10% Saham, Ada Apa?
Lalu, siapa investor yang menjual massif saham GOTO kemarin? Berdasarkan data perdagangan saham kemarin, JP Morgan Sekuritas Indonesia menjadi broker jual terbanyak saham GOTO. Broker berkode BK tersebut membuang 25,76 juta lot saham GOTO dalam sehari.
Sedangkan transaksi saham GOTO oleh sekuritas lainnya terpantau relatif terbatas, seperti BRI Danareksa Sekuritas (OD) hanya mencatatkan penjualan bersih 2,67 juta lot, Indo Premier Sekuritas (PD) hanya 2,28 juta lot, dan Trimegah Sekuritas Indonesia hanya 1,87 juta lot.
Penjualan besar-besaran saham GOTO oleh JP Morgan ternyata direspons oleh sekuritas asing dan domestik. Aksi tersebut dimanfaatkan untuk menyerok harga bawah GOTO. Di antaranya, UBS Sekuritas Indonesia (AK) memborong bersih 12,59 juta lot saham GOTO, Ciptadana Sekuritas Asia membeli 5,15 juta lot, dan Stockbit Sekuritas Digital ikut mengambil 3,67 juta lot.
Baca Juga
Terkait latar belakang JP Morgan menjual saham GOTO besar-besaran jelang pelaksanaan rapat umum pemegang saham tahunan dan luar biasa (RUPST dan LB) ini belum terkonfirmasi. Hanya saja sejumlah kalangan memperkirakan aksi jual ini dipengaruhi pembatalan agenda private placement yang membuat sejumlah investor mengurangi kepemilikan saham.
Meski dilanda penurunan ke level terendah baru sepanjang masa, saham GOTO masih memiliki katalis positif, karena RUPS yang digelar hari ini akan meminta izin untuk untuk pembelian kembali atau buyback saham. Jumlah saham yang akan dibeli kembali mencapai US$ 200 juta atau sekitar R p3,2 triliun.
Target JP Morgan
Sebelum aksi lepas massif saham GOTO kemarin, JP Morgan sebelumnya justru memasukan GOTO sebagai penghuni baru daftar saham pilihan di wilayah Asean untuk periode Juni 2024.
Dalam laporan ASEAN High-Conviction Picks, GOTO masuk dalam daftar per Juni 2024. GOTO menggantikan emiten ritel PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT). Saham GOTO berada dalam indeks tersebut bersama saham emiten Indonesia lainnya, seperti PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) dan PT United Tractors Tbk (UNTR).
Baca Juga
Ingin Percepat Investasi ODS, Begini Pandangan Analis terkait Prospek GOTO
Sedangkan berdasarkan riset terbaru JP Morgan, saham GOTO masih dipertahankan dengan rekomendasi overweight (setara dengan buy) dengan target harga Rp 75. Peringkat tersebut didukung penurunan harga saham GOTO year to date sudah terlalu dalam dan hal ini diyakini sebagai titik masuk yang menarik.
“Kami juga menyukai prospek jangka panjang perusahaan sebagai proksi ekonomi digital terbesar di Indonesia, namun kami mengakui risiko dari lingkungan suku bunga yang lebih tinggi untuk jangka waktu yang lebih lama," tulis riset JP Morgan.
Grafik Saham GOTO Ytd

