Benteng Api Technic (BATR) Incar Pertumbuhan Pendapatan 25% Tahun 2024
JAKARTA, investortrust.id - Emiten penyedia produk refraktori PT Benteng Api Technic Tbk (BATR) membidik pertumbuhan pendapatan sebesar 15%-25% tahun 2024. Perseroan optimistis mencapai target kinerja ini usai mengantongi dana hasil initial public offering (IPO).
BATR resmi tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI) sebagai emiten ke-25 tahun 2024, pada Senin (10/6/2024).
Direktur Utama PT Benteng Api Technic Tbk (BATR) Ridwan mengklaim perseroan membukukan rata-rata pertumbuhan kinerja sebesar 20% pada periode 2020-2023.
Menurut data yang dilansir dari Prospektus IPO, hingga November 2023, BATR mencatatkan pendapatan sebesar Rp 123,18 miliar dan laba bersih sebesar Rp 9,32 miliar.
Baca Juga
Target kenaikan pendapatan dan laba tersebut didorong oleh rencana Perseroan untuk melakukan ekspansi dengan menambah pabrik baru untuk meningkatkan dan mengoptimalisasi kapasitas produksi dan penjualan, yang mana dapat meningkatkan kinerja perusahaan.
“Ekspansi penambahan pabrik baru, itu untuk memproduksi fire brick dan monolithic refraktori yang mempunyai spesifikasi khusus, digunakan untuk industri semen, smelter nikel, tembaga, dan sebagainya,” papar Ridwan saat seremoni listing di BEI, Senin (10/6/2024).
Lebih lanjut, pabrik baru tersebut akan berlokasi di sekitar pabrik Perseroan yang ada di kota Gresik, Jawa Timur dengan nilai investasi sekitar Rp 100 miliar. Pabrik tersebut diprediksi akan rampung pada tahun 2025 sehingga dapat mulai berproduksi tahun 2026 dengan ukuran 1,66 hektare.
“Perencanaannya sudah lama, tapi realisasi insyaallah mungkin 2025. Kita sudah mulai dari tahun ini. Mungkin bisa produksi mungkin 2026,” jelas Ridwan.
Sedangkan tarkait distribusi produk, BATR akan fokus menggenjot pasar Indonesia. “Kita masih fokus di Indonesia karena 74% pasar kita masih didominasi oleh produk impor,” imbuhnya. Meski begitu kata dia, pihaknya masih mensuplai produk ke pasar Vietnam, namun fokus utama tetap ke pasar domestik.
Baca Juga
Sebagai catatan, Perseroan berhasil meraup dana hasil IPO Rp 68,20 miliar. Rencananya dana hasil IPO sebesar 36,65% atau sekitar Rp 24,90 miliar akan digunakan untuk pembelian tanah dan bangunan dari pihak terafiliasi di Surabaya dan Gresik, Jawa Timur.
Kemudian 10,02% atau sebesar Rp 6,44 miliar dianggarkan untuk pembangunan dan perbaikan bangunan yaitu penyelesaian bangunan, sedangkan 5,67% atau Rp 3,65 miliar untuk pembelian peralatan laboratorium baru.
Selanjutnya, sekitar 6,84% atau sebesar Rp 4,4 miliar untuk pembelian mesin produksi baru dan sisanya sekitar 38,82% akan digunakan sebagai Operational Expenditure (OPEX) berupa persediaan barang jadi dan bahan baku.
Sebagai informasi, pada penutupan perdagangan Sesi I, harga saham BATR terpantau menguat 22 poin (20%) ke level 132 dari harga perdana Rp 110 per saham.

