Saham BREN Berbalik ARA, IHSG Sesi I Ditutup Rebound
JAKARTA, investortrust.id – Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) sesi I, Senin (10/6/2024), berbalik menguat 13,32 poin (0,19%) menjadi 6.911,27. Penguatan terjadi setelah saham PT Barito Renewables Energy TbK (BREN) berbalik menguat hingga auto reject atas (ARA).
Data BEI menyebutkan perdagangan saham BREN sempat BREN terjerembab sebanyak Rp 550 (9,09%) menjadi Rp 5.500 pada pembukaan perdagangan hari ini. Sebagaimana diketahui saham emiten Prajogo Pangestu ini masih diperdagangkan dengan mekanisme full call auction (FCA). Namun menjelang penutupan sesi I, saham ini berbalik menguat Rp 600 (9,92%) menjadi Rp 6.650.
Baca Juga
Ketua Umum AEI: Ekosistem Perusahaan Sehat dan Governance Bagus akan Ciptakan Indonesia Emas 2045
Secara sectoral, penguatan indeks didukung kenaikan saham sektor infrasturktur 0,85%, sektor kesehatan 0,25%, serta sektor material dasar dan consumer non primer dengan penguatan tipis. Sebaliknya pelemahan melanda saham sektor energi, industry, dan consumer primer lebih dari 1%.
Selain BREN, emiten Prajogo Pangestu lainnya cetak penguatan harga hingga sesi I, yaitu saham PT Petrosea Tbk (PTRO) naik Rp 775 (9,72%) menjadi Rp 8,750, PT NFC Indonesia Tbk (NFCX) menguat Rp 115 (8,68%) menjadi Rp 1.440, dan PT Ulima Nitra Tbk (UNIQ) naik Rp 45 (8,65%) menjadi Rp 565.
Sebaliknya penurunan paling dalam melanda saham PT Mineral Sumberdaya Mandiri Tbk (AKSI), PT MAP Aktif Adiperkasa Tbk (MAPA), dan PT Bukalapak.com Tbk (BUKA).
Baca Juga
Emas Variatif Jelang Rapat Suku Bunga The Fed, Berikut Kisaran Harganya
IHSG akhir pekan lalu ditutup anjlok sebanyak 1,10% ke level terendah baru tahun ini 6.897,95. Penurunan tersebut dipengaruhi atas pelemahan sebanyak 209 saham, 240 saham tidak mengalami perubahan harga, dan 232 saham ditutup naik.
Pemicu koreksi IHSG pekan lalu datang dari kejatuhan mayoritas saham emiten yang dikendalikan Prajogo Pangestu. Penurunan indeks tersebut melanjutkan koreksi serupa pada pekan lalu dan membuat toal penjualan bersih (net sell) saham pekan lalu senilai Rp 2,34 triliun.

