Jangan Mengukur Kinerja Reksa Dana dalam Jangka Pendek
JAKARTA, investortrust.id – Volatilitas yang terjadi di pasar modal bisa terjadi di tengah-tengah kondisi geopolitik dan ketidakpastian pasar global saat ini, namun hal ini diyakini tidak akan berlangsung cukup lama. Untuk itu, pelaku pasar diimbau tidak panik dan tetap rasional, bahkan menjadikan momentum penurunan harga sebagai peluang untuk meneguk “cuan” di masa datang.
Imbauan ini disampaikan oleh Presiden Direktur PT Setiabudi Investment Management (“SetiabudiInvest”), Marto Sutiono, saat disambangi Tim Investortrust.id di kantornya baru-baru ini.
Didukung kondisi makro ekonomi dalam negeri yang solid, dengan pertumbuhan GDP 5,11% di kuartal I-2024, serta stabilitas politik usai pemilihan umum (Pemilu), Marto yakin pasar modal akan segera bangkit.
Tidak kalah penting, dia menilai harga-harga efek yang saat ini ambles sejatinya tidak mencerminkan kondisi fundamentalnya, terutama saham-saham blue chips sektor perbankan. Tampak pada kinerja keuangan perbankan di kuartal I-2024 yang tetap bertumbuh, terlebih bisnis ini masih punya prospek cerah di masa yang akan datang seiring masih rendahnya penetrasi bank terhadap populasi 270 juta penduduk Indonesia.
Meski begitu diakui, tekanan yang terjadi di pasar modal belakangan ini cukup menantang akibat kondisi geopolitik, terutama masalah perang dingin antara Amerika Serikat (AS) dengan China. Negeri Tirai Bambu yang merupakan pemegang mayoritas surat utang Pemerintah AS tampak terus mengurangi porsi kepemilikannya.
Saat demand menurun, AS masih butuh uang sehingga surat utang masih terus dicetak, sehingga kondisi ini bisa mengakibatkan kenaikan yield surat utang AS. Kondisi geopolitik ini yang disebut Marto menjadi faktor utama terjadinya volatilitas di pasar keuangan.
Tapi kembali lagi, tidak ada jalan buntu bagi pengelola dana terutama Manajer Investasi berpengalaman seperti PT Setiabudi Investment Management. “Kami mempunyai strategi dalam menghadapi volatilitas pasar, sehingga bisa meningkatkan hasil investasi dan dana kelolaan,’’ ujarnya.
Faktor paling penting yang menjadi selling point SetiabudiInvest yaitu track record yang panjang di industri reksa dana, terutama pada reksa dana berbasis pendapatan tetap. Keunggulan ini membuat para investor institusi yang menjadi klien SetiabudiInvest loyal menanamkan investasinya.
“Lihat saja produk-produk pendapatan tetap kami, semua masih mencatatkan pertumbuhan return di atas benchmark untuk periode di atas 5 tahun,” katanya.
Jadi kembali lagi Marto mengingatkan masyarakat untuk tidak melihat hasil investasi reksa dana dalam jangka pendek, sebab volatilitas akan selalu bisa saja terjadi di pasar.
Tetapi lebih bijak menilai kinerja MI dalam jangka waktu menengah dan panjang. “Pasar tidak selamanya naik dan tidak selamanya turun. Untuk itu kami sarankan investasi dilakukan dalam jangka panjang,” ujarnya.
Berikut petikan wawancara lengkap Marto Sutiono dengan pewarta Investortrust, Mashud Toarik dan Yuswialdyth Ardelia Almira, serta fotograper Dicky Antariksa:
Apa pemicu terjadinya volatilitas di pasar modal, benarkah karena masalah geopolitik global?
Kondisi geopolitik yang terjadi saat ini memang memicu kekhawatiran, itu pasti! Dampaknya pertamanya terkait suku bunga tinggi, kemudian merembet ke pasar keuangan global.
Kalau suku bunga Amerika tidak turun, di sini kita juga kena impact. AS itu harus cetak utang terus dalam jumlah cukup besar. Sementara tensi geopolitik masih terjadi antara Amerika dan China.
Kita tahu beberapa produk impor dari China tarifnya dinaikin oleh AS, mau tidak mau China juga mengurangi jumlah surat utang dari AS. Per Maret 2024, surat utang AS yang dipegang China turun menjadi sekitar US$ 767 miliar, dari sebelumnya di atas US$ 1 triliun dua tahun sebelumnya.
Kita lihat dari tahun ke tahun jumlah surat utang AS yang dipegang China terus menurun. Dengan begitu demand surat utang AS terus menurun, membuat
penurunan suku bunga AS tertahan.
Dengan suku bunga yang tinggi, bagaimana mungkin yield bisa turun?
Nah, yield di Amerika tidak turun, maka spread dengan yield di sini tambah kecil, tentu menyebabkan yield kita menjadi kurang menarik.
Sekarang yield spread mungkin sudah di bawah 250 basis point. Kita pakai benchmark yield 10 tahun AS vs Indonesia. Itu tidak begitu menarik bagi pemodal, dan mau tidak mau, yield 10 tahunnya di sini bisa memberikan premium yang lebih menarik dibandingkan yield 10 tahun AS.
Bagi kami para Manajer Investasi, kondisi ini merupakan tantangan tersendiri yang harus dihadapi dalam pengelolaan dana investasi.
Lantas apakah berarti sudah saatnya pemodal melakukan diversifikan investasi ke aset yang lebih aman?
Menurut kami pemodal akan lebih baik melakukan alokasi investasi sesuai dengan profil risiko dan tujuan investasi masing-masing pemodal.
Disamping itu, kami selalu menekankan, jangan melihat reksa dana itu sebagai instrumen jangka pendek, 6 bulan sampai satu tahun. Paling tidak reksa dana itu untuk investasi jangka menengah ke panjang.
Kami contohkan salah satu produk kami, SetiabudiInvest, yang berdurasi 2017 ke 2024 atau sekitar 7 tahun, mencatatkan return positif di atas benchmark reksa dana pendapatan tetap .
Jadi kembali lagi investasi reksa dana, kami rasa tidak bisa dilihat dalam waktu pendek, sebab volatility itu bisa terjadi di instrumen investasi apa pun, baik di equity maupun di bond ataupun reksa dana.
Bagimana strategi pengelolaan investasi yang dilakukan fund manager Setiabudi saat kondisi seperti saat ini?
Mengenai strategi pengelolaan investasi, kami memahami bahwa fluktuasi harga dalam jangka pendek tidak selalu mencerminkan nilai perusahaan maupun kondisi makro saat ini. Kami melihat bahwa volatilitas pasar mungkin merupakan peluang untuk membeli instrumen investasi yang berkualitas dengan harga yang menarik. Kami percaya bahwa di tengah ketidakpastian pasar global saat ini, kami perlu mendisiplinkan diri dalam program jangka panjang serta bisa memanfaatkan peluang investasi pada setiap tantangan yang ada, sehingga dapat meningkatkan kinerja reksa dana yang kami kelola.
Kami juga melakukan komunikasi kepada nasabah kita, kita edukasi agar investasi dilakukan untuk jangka waktu yang lebih panjang. Biasanya investor institusi kami juga memiliki keyakinan yang sama karena kami punya track record panjang yang baik dalam pengelolaan investasi mereka.
Berapa target pertumbuhan asset under management (AUM) Setiabudi tahun ini?
Kami target tumbuh sekitar 20%, tapi pertumbuhan AUM ini tidak hanya pada reksa dana open-endsaja, tapi juga pada reksa dana close-end. Sebab kita juga melihat beberapa peluang alternatif investasi yang bisa kita kerjakan, seperti reksa dana penyertaan terbatas, di mana kebutuhan pembangunan infrastruktur yang terus meningkat saat ini. Jadi potensi pertumbuhan pada produk alternatif itu sangat menarik bagi kami.
Bagaimana potensi reksa dana saham?
Kembali lagi soal strategi manajer investasi, sebab sejatinya di pasar ekuitas kita yakin fluktuasi harga saham yang terjadi itu mungkin jangka pendek dan penurunan harga saham sering kali tidak mencerminkan nilai perusahaan.
Contohnya sektor perbankan, kita tahu dividend yield bank-bank besar mungkin sekitar 5%-7%. Di samping itu, potensi industri perbankan ini masih besar seiring masih rendahnya penetrasi bank terhadap populasi 270 juta penduduk Indonesia, dan kondisi pertumbuhan ekonomi Indonesia juga sangat mendukung. Pada kuartal I-2024 pertumbuhan ekonomi Indonesia mencapai 5,11%, itu tidak kecil!
Untuk prospek reksa dana pendapatan tetap atau fixed income bagaimana?
Bagi kami fixed income itu sebenarnya niche. Kenapa begitu? Misalnya nasabah kami yang institusi asuransi, mereka punya liabilitas jangka panjang, maka mereka akan memilih instrumen yang cocok untuk menginvestasikan asetnya.
Jadi kalau ditanya instrumen investasi apa yang pas saat ini, menurut kami itu tergantung siapa investornya dan profil risiko masing-masing investor, tentu akan berbeda-beda bagi setiap investor.
Bagaimana profil nasabah Setiabudi, berapa komposisi nasabah institusi dengan ritel?
Dana kelolaan nasabah kami lebih banyak nasabah institusi dan kalangan high net worth. Mereka umumnya sudah lebih paham soal investasi. Makanya kami tidak melihat mereka melakukan pergeseran investasi di tengah-tengah kondisi pasar yang sedang volatile, misalnya dari pendapatan tetap atau saham ke pasar uang, tidak banyak.
Jadi buat nasabah kita, bukan berarti misalnya pada saat saham naik semuanya mesti pindah ke saham, asset allocation yang paling penting adalah sesuai dengan tujuan investasi dan profil risiko mereka.
Tadi sudah dijelaskan soal strategi investasi yang menjadi keunggulan Setiabudi Investment Management, selling point lain?
Kami melihat bahwa keunggulan kompetitif kami terletak pada pengalaman kami yang luas dalam pengelolaan reksa dana pendapatan tetap, pengalaman kami ini memungkinkan kami mengidentifikasi peluang investasi untuk nasabah kami. Kami mempunyai track record yang cukup panjang dan baik dalam pengelolaan instrumen pendapatan tetap. Itu mungkin selling point kami.
Rencana rilis produk baru tahun ini?
Kami melihat peluang di reksa dana terproteksi untuk menggarap nasabah ritel, ini masih menarik di tengah kondisi suku bunga yang relatif tinggi.Lalu kami juga mempertimbangkan untuk merilis index fund. Tahun ini kami akan merilis produk baru baik open-end maupun close-end.
Apa upaya mendorong jumlah nasabah ritel?
Sejauh ini kami bekerja sama dengan agen penjual (APERD) online, karena kami melihat mereka memiliki jaringan distribusi yang baik dan dapat membantu kami dalam hal menggapai nasabah-nasabah ritel.
Bagaimana saran Anda untuk mendorong pertumbuhan industri reksa dana?
Menurut kami bahwa pengetahuan atas perencanaan keuangan itu sangat penting!
Perencanaan keuangan yang baik mungkin bisa dikenalkan sejak dini baik di rumah maupun di tingkat sekolah. Kami percaya perencanaan keuangan akan sangat berpengaruh bagi seseorang dalam pengambilan keputusan berinvestasi secara dini.
Perencanaan keuangan yang baik akan memberikan rasa optimistis bagi seseorang mengenai masa depan baik saat berkeluarga maupun pada saat pensiun, sehingga suatu saat setiap orang bisa berinvestasi sejak dini dan melakukan investasi secara rutin untuk mencapai tujuan investasi mereka.
Terkait gaya kepemimpan dan cara Anda dalam memajukan perusahaan ini?
Setiabudi Investment Management baru mendapatkan izin manajer investasi pada Oktober 2016. Meski begitu sebagian tim kami sudah berkecimpung cukup lama di industri pasar modal. Pengalaman kami yang cukup luas di industri ini merupakan salah satu modal kami untuk meraih kepercayaan nasabah untuk menginvestasikan dananya di perusahaan kami,.
Selain itu kami selalu memanfaatkan kemampuan kami untuk melayani kepentingan nasabah. Kami juga memberikan biaya investasi yang cukup kompetitif dalam pengelolaan dana, karena kami percaya ini akan menguntungkan nasabah dalam kondisi pasar baik sedang bullish maupun bearish.
Secara internal, kami mempunyai keyakinan bahwa kerja sama tim merupakan cara yang terbaik dalam menjalankan perusahaan kami.
Sejak tahun berapa Anda berkecimpung di pasar modal?
Kami mulai masuk industri pasar modal sekitar tahun 1997/1998, sedangkan masuk ke industri manajemen investasi sejak tahun 2001 sampai sekarang. Jadi sudah lebih dari 20 tahun kami berkecimpung di industri ini.
Sebelum masuk pasar modal saya sempat bekerja di kantor akuntan publik selama sekitar 4-5 tahun setelah lulus kuliah.
Apa yang membuat Anda nyaman di industri reksa dana, padahal industri penuh dinamika dan fluktuasi?
Justru itu yang membuat kami betah, suatu industri yang dinamis dan penuh dinamika. Maka dari itu kami akan terus di industri ini sampai “karatan.”
Apa pesan Anda bagi generasi muda yang ingin mengeyam karier di pasar modal?
Kami rasa buat yang baru berkarier kuncinya perlu belajar terus, agar punya pengetahuan yang lebih banyak dan selama kita berkomitmen untuk berkembang, kami rasa pasti akan jalan untuk perkembangan karier kita.
Apa yang jadi pegangan teguh Anda dalam memimpin?
Selama bisa menyampaikan visi dan misi perusahaan kepada karyawan maka diharapkan semua akan berjalan dengan baik. Selain itu kami rasa kerja sama tim itu merupakan hal yang paling penting. Sebab kalau kita sendiri tentu tidak bisa mengerjakan semuanya.
Misalnya ada tim khusus yang mengurus pengembangan produk, investasi, settlement,marketing dan lainnya. Semua harus bekerja sama dengan erat dan berkomunikasi dengan baik untuk mencapai visi dan misi perusahaan.
Apa kegiatan Anda saat waktu senggang?
Kami selalu berupaya menjaga kesehatan, salah satunya dengan jogging setiap hari dan bersepeda santai pada setiap akhir pekan.
