Harga Batu Bara Disinyalir akan Flat Sampai Akhir Tahun, Ini Faktor Pemicunya
JAKARTA, investortrust.id - Direktur Eksekutif Institute for Essential Services Reform (IESR) Fabby Tumiwa memperkirakan, harga batu bara akan tetap flat sampai akhir tahun.
“Harganya akan flat sampai akhir tahun karena permintaan batu bara tidak setinggi tahun lalu,” kata Fabby Tumiwa saat dihubungi Investortrust, Kamis (6/6/2024).
Fabby menerangkan, sejumlah faktor yang mempengaruhi harga batu bara sampai akhir tahun 2024 di antaranya adalah faktor permintaan dan penawaran. Utamanya adalah permintaan dan produksi batubara di Tiongkok dan India yang merupakan dua negara pengguna batubara terbesar.
“Selain itu faktor lainnya yang juga mempengaruhi harga batu bara adalah perkembangan ekonomi dunia,” ujar dia.
Baca Juga
Impor China dan India Meningkat, Saham Batubara masih Menggiurkan
Sebagai informasi, belakangan ini permintaan batu bara oleh negara-negara yang dilanda gelombang panas (heat wave) melonjak untuk memenuhi kebutuhan PLTU mereka seiring meningkatnya konsumsi listrik untuk pendingin ruangan (AC).
Kendati demikian, Fabby memperkirakan El Nino akan selesai di pertengahan tahun dan muncul La Nina yang bisa membuat temperatur lebih rendah. Maka dari itu, ia meyakini kalau harga batubara akan tetap stabil.
Baca Juga
Ini Daftar Lengkap Harga Acuan untuk Batubara dan Mineral Mei 2024
“Munculnya La Nina yang bisa membuat temperatur lebih rendah akan membuat kebutuhan pendingin udara menjadi lebih sedikit,” sebut Fabby Tumiwa.
Berdasarkan data yang dikutip dari Bloomberg, harga batu bara bertengger di US$ 137,95 per ton pada Selasa (4/6/2024). Dibandingkan pekan lalu, harganya turun 1,11% dari US$ 139,5 per ton.

