Harga Minyak dan Emas Kompak Naik, CPO Ditutup Lebih Rendah
JAKARTA, investortrust.id - Harga tiga komoditas utama dunia mengalami fluktuatif. Di mana harga minyak mentah dan emas berhasil menguat, namun sayangnya minyak sawit mentah atau crude palm oil (CPO) ditutup lebih rendah dari perdagangan hari sebelumnya.
Menilik data D’Origin, Kamis (6/6/2024) harga minyak mentah naik 1% bangkit dari posisi terendah empat bulan, karena harapan pemotongan suku bunga oleh bank sentral AS atau Federal Reserve (The Fed) pada bulan September melebihi kekhawatiran permintaan setelah data menunjukkan peningkatan persediaan minyak mentah dan bahan bakar AS.
Brent naik 89 sen atau 1,2% menjadi US$ 78,41 per barel, sementara minyak mentah West Texas Intermediate AS naik 82 sen atau 1,1% menjadi US$ 74,07.
Baca Juga
Senada harga emas naik karena imbal hasil obligasi turun setelah data pekerjaan sektor swasta AS yang lebih lemah dari perkiraan memperkuat ekspektasi bahwa The Fed akan menurunkan suku bunga akhir tahun ini.
Emas spot naik 1,1% menjadi US$ 2.353,90 per ounce, setelah sebelumnya turun 1%, dan emas berjangka AS naik 1,1% menjadi US$ 2.374,10.
Baca Juga
Sedangkan, futures minyak sawit Malaysia menghapus kenaikan awal untuk ditutup lebih rendah untuk sesi kedua berturut-turut karena pasar bersiap menghadapi data ekspor dan produksi dari produsen terbesar kedua di dunia.
Kontrak patokan minyak sawit FCPOc3 untuk pengiriman Agustus di Bursa Malaysia Derivatives Exchange ditutup 14 ringgit, atau 0,36% lebih rendah, pada 3.907 ringgit atau US$ 831,98 per metrik ton, setelah naik hingga 0,77% sebelumnya.

