Wasdapai Pelemahan IHSG Berlanjut, Cermati Saham CPIN dan MIKA
JAKARTA, investortrust.id – Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) Bursa Efek Indonesia (BEI), Kamis (6/6/2024), berpeluang melemah menuju level support baru.
BRI Danareksa Sekuritas menyebutkan dalam riset yang diterbitkan hari ini bahwa secara teknikal, IHSG telah menembus level support 6.959 dan berpotensi melanjutkan pelemahan ke area support 6.893.
Baca Juga
Kapitalisasi Pasar Nvidia Tembus $ 3 Triliun Berkat Booming AI
Meski demikian, BRI Danareksa Sekuritas tetap mempertahankan rekomendasi beli dua saham CPIN dan MIKA dengan target harga masing-masing Rp 5.550-5.700 dan Rp 3.040-3.180. Sebaliknya saham ESSA dan HRUM direkomendasikan jual.
Pergerakan indeks juga dipengaruhi gerak WallStreet semalam, yaitu Dow Jones menguat 0,25%, indeks S&P500 naik 1,18%, dan Nasdaq melesat hampir 2%.
Kemarin, IHSG ditutup anjlok dalam sebanyak 151,64 poin (2,14%) ke level terendah baru tahun 2024. Pemodal asing merealisasikan penjualan bersih (net sell) saham di seluruh pasar lebih dari Rp 500 miliar didominasi crossing saham PT Capital Financial Indonesia Tbk (CASA) Rp 544,57 miliar.
Baca Juga
Petrindo Jaya Kreasi (CUAN) Masih Belum Bagi Dividen, Ternyata Ini Penyebabnya
Pemicu utama kejatuhan indesk datang dari saham PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) yang ditutup auto reject bawah (ARB) dengan penurunan 10% menjadi Rp 7.425. Pergerakan saham BREN makin mengkhawatirkan sejak BEI memasukkan dalam daftar saham papan pemantauan khusus dengan mekanisme perdagangan full call auction (FCA).
Kejatuhan saham BREN ternyata merembet juga ke saham emiten Prajogo Pangestu lainnya, seperti saham PT Chandra Asri Pacifid Tbk (TPIA), emiten market cap terbesar Keempat, terpental 9,90% menjadi Rp 8.650, saham PT Barito Pacific Tbk (BRPT) anjlok 8,61% menjadi Rp 955, saham PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN) amblas 8,21% menjadi Rp 7.550, dan PT Petrosea TbK (PTRO) terjun 4,63%) menjadi Rp 7.725.
Grafik IHSG

