Bitcoin Cs Menguat, Optimisme Investor Kembali Muncul
JAKARTA, investortrust.id - Dengan harga Bitcoin (BTC) yang mencapai level di US$ 71.100, pasar mata uang kripto telah menyaksikan kembali optimisme investor. Lonjakan ini berdampak positif pada alternative coin (altcoin) seperti Ethereum (ETH), Solana (SOL), XRP dan yang lainnya yang mengikuti momentum kenaikan ini. Di mana Stacks (STX) muncul di antara para peraih keuntungan terbesar hari ini.
Kapitalisasi pasar kripto global adalah US$ 2,64 triliun, meningkat 1,09% dibandingkan hari terakhir. Total volume pasar kripto selama 24 jam terakhir adalah US$ 86,97 miliar, meningkat 4,94%. Total volume di DeFi saat ini US$ 6,27 miliar, 7,22% dari total volume pasar kripto 24 jam.
Volume semua koin stabil sekarang adalah US$ 81,27 miliar, yang merupakan 93,45% dari total volume pasar kripto 24 jam. Dominasi Bitcoin saat ini sebesar 53,05%, turun 0,06% sepanjang hari.
Menilik Coinmarketcap, Kamis (6/6/2024) pukul 07.55 WIB harga Bitcoin (BTC) tercatat naik 0,27% dalam waktu 24 jam terakhir. Dengan kenaikan ini, harga BTC kembali menyentuh US$ 70.989,45.
Dalam periode yang sama, kapitalisasi pasar atau market cap Bitcoin berada di sekitar US$ 1,39 triliun, dengan volume perdagangan yang melonjak menjadi US$ 32,40 miliar.
Selain Bitcoin, Ethereum juga mengalami peningkatan harga 0,86% dalam waktu 24 jam. Saat penulisan, market cap Ethereum berada di sekitar US$ 463,71 miliar, dengan volume perdagangan menjadi US$ 15,40 dalam waktu 24 jam terakhir.
Baca Juga
Apakah Bitcoin akan Sentuh Rekor Tertinggi Baru Sebentar Lagi?
Berikut tiga koin yang menjadi trending dalam 24 jam terakhir:
1.Notcoin (NOT)
2.Gorilla (Gorilla)
3.Dog (DOG)
Berikut tiga koin yang menjadi top gainers dalam 24 jam terakhir:
1. Stacks (STX) naik 9,64%
2. Mantle (MNT) naik 7,48%
3. Cronos (CRO) maol 6,73%
Berikut tiga koin yang menjadi top losers dalam 24 jam terakhir:
1. Ondo (ONDO) turun 4,42%
2. Celestia (TIA) turun 4,25%
3. Toncoin (TON) turun 3,92%
Baca Juga
Turun Signifikan, Biaya Lisensi Bursa Kripto di Hong Kong Kini Jauh Lebih Terjangkau
Mengutip Tokocrypto, Rabu (5/6/2024) malam, faktor di balik kenaikan Bitcoin adalah data JOLTS yang diumumkan oleh Departemen Tenaga Kerja AS untuk bulan April dan rekor entri ETF Bitcoin spot AS setelah sekian lama.
Mengevaluasi data JOLTS, ekonom Oxford Economics, Nancy Vanden Houten, menyatakan, The Fed akan menyambut baik tanda-tanda bahwa situasi di pasar tenaga kerja telah tenang, namun data JOLTS tidak mengubah pandangan bahwa The Fed akan mempertahankan suku bunga pada level saat ini sampai September.
Analis pasar melihat kenaikan terbaru ini sebagai indikator bahwa BTC sedang menuju rekor tertinggi baru. QCP Capital menyatakan dalam laporan terbaru mereka bahwa kenaikan BTC dapat berlanjut setelah data AS diumumkan pada hari Jumat.
QCP Capital juga menyebutkan bahwa data Ketenagakerjaan Non-Pertanian yang akan diumumkan pada hari Jumat di AS akan memberikan dorongan pada pasar Bitcoin dan mata uang kripto.
Selain data dari AS, analis juga menyebutkan adanya perkembangan positif lainnya di pasar, termasuk arus masuk besar ke ETF BTC spot AS, persetujuan ETF BTC spot pertama oleh SEC Thailand, dan peluncuran ETF BTC spot pertama di Australia.
Para analis menyatakan bahwa ekspektasi bullish terhadap Bitcoin masih kuat dan data ketenagakerjaan non-pertanian yang akan diumumkan pada hari Jumat akan memainkan peran penting dalam kenaikan ini.
“Dengan adanya perkembangan baru di ETF Spot Bitcoin, masuknya modal tradisional secara global ke dalam Bitcoin akan mendukung kenaikan harga BTC. Kami memperkirakan momentum kenaikan Bitcoin ini akan meningkat lebih jauh dengan data NFP yang akan diumumkan pada hari Jumat,” katanya.
Pasar memperkirakan kemungkinan penurunan suku bunga pada bulan Juni dan Juli sebesar 0%. Angka NFP yang lebih lemah dapat mengubah situasi ini dan bisa menjadi katalis untuk menembus level tertinggi sepanjang masa.

