Hanya Dua Pekan, Kekayan Prajogo Pangestu Menguap Rp 320 Trliun
JAKARTA, investortrust.id – Kekayaan Prajogo Pangestu telah menguap sekitar US$ 20 miliar dalam dua pekan terakhir, khususnya dalam enam hari transaksi saham. Penurunan nilai kekayaan tersebut dimulai dari anjloknya harga saham PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) diikuti dengan empat saham lainnya yang dikendalikannya dirinya.
Berdasarkan data real time Forbes, kekayaan Prajogo Pangestu turun dari posisi US$ 72,6 miliar pada 21 Mei menjadi US$ 52,8 miliar hingga siang ini, Rabu (5/6/2024). Dengan demikian penurunan mencapai US$ 20 miliar atau berkisar Rp 320 triliun dalam dua pekan terakhir. Prajogo Pangestu juga turun peringkat dari orang terkaya ke-22 di dunia menjadi peringkat 26 di dunia.
Baca Juga
Awal mula penurunan drastis kekayaan taipan kelahiran Pontianak ini adalah setelah Bursa Efek Indonesia (BEI) memasukkan saham PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) masuk papan pemantauan khusus setelah terkena suspensi lebih dari satu hari.
Setali tiga uang perdagangan saham BREN diterapkan dengan mekanisme full call auction (FCA) yang membuat order bid dan ask tidak terlihat. Sanksi yang diberikan BEI tersebut juga membuat FTSE Russel membatalkan saham BREN masuk dalam FTSE Global Equity Index kapitalitalisasi pasar besar per Juni 2024.
Berdasarkan data BEI, saham BREN telah anjlok 34% dalam enam hari perdagangan, yaitu melemah dari level Rp 11.250 menjadi Rp 7.425. Penurunan membuat kapitalisasi pasar (market cap) BREN tergerus dari Rp 1.505 triliun menjadi Rp 993 triliun atau lenyap senilai Rp 512 triliun.
Ikut Tergerus
Penurunan harga saham BREN ternyata ikut menggerus saham emiten lain yang dikendalikan Prajogo Pangestu. Di antaranya, saham PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA), PT Barito Pacific Tbk (BRPT), PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN), dan PT Petrosea Tbk (PTRO).
Tak hanya seluruh saham Prajogo Pangestu, kejatuhan tersebut ternyata ikut menyeret indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) hingga mencapai level tertinggi baru sepanjang tahun 2024 atau year to date (ytd) berada di bawah level 7.000.
Baca Juga
Sedangkan hingga pukul 11.22 WIB, saham TPIA telah anjlok Rp 900 (9,38%) menjadi Rp 8.700, saham BRPT terjerembab Rp 70 (6,70%) menjadi Rp 975, saham CUAN tergerus Rp 450 (5,47%) menjadi Rp 7.775, dan saham PTRO melemah Rp 275 (3,40%) menjadi Rp 7.825.
Berdasarkan data Prajogo Pangestu bertindak sebagai pengendali saham grup Barito. Dirinya tercatat sebagai pemegang 71,1% saham BRPT. Dirinya melalui BRPT menggenggam 69,64% saham BREN, BRPT menguasai 30,06% saham TPIA, Prajogo tercatat sebagai pemegang langsung 84,9% saham CUAN, dan Prajogo melalui CUAN mengendalikan saham PTRO.
Grafik Saham Prajogo dalam Lima Hari

