Sinyal Hambatan Gencatan Senjata Topang Minyak Kembali Bullish, Ini Proyeksi Harganya
JAKARTA, investortrust.id - Harga minyak Rabu (5/6/2024) pagi ini terpantau bergerak terkoreksi menguat didukung oleh sentimen dari potensi terhambatnya proses gencatan senjata di Jalur Gaza, dan sinyal peningkatan pembelian minyak oleh AS. Meski demikian, meredanya serangan Houthi di Laut Merah dan laporan API membatasi pergerakan harga lebih lanjut.
"Melihat dari sudut pandang teknis, harga minyak berpotensi menemui posisi resistance terdekat di level US$ 75 per barel. Namun, apabila menemui katalis negatif maka harga berpotensi turun ke support terdekat di level US$ 71 per barel," tulis riset ICDX, Rabu (5/6/2024).
Sebagai informasi, Hamas tidak dapat menyetujui kesepakatan apa pun kecuali Israel membuat komitmen yang jelas terhadap gencatan senjata permanen dan penarikan penuh dari Jalur Gaza, kata Osama Hamdan, seorang pejabat senior Hamas pada hari Selasa.
Baca Juga
Di hari yang sama, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu juga kembali mengulangi pernyataan bahwa tidak akan ada gencatan senjata permanen kecuali Hamas diberantas. Penegasan sikap baik dari Hamas maupun Israel tersebut sekaligus mengisyaratkan potensi tertundanya harapan gencatan senjata di Jalur Gaza dalam waktu dekat.
Sentimen positif lainnya datang dari isyarat peningkatan permintaan AS setelah Menteri Energi Jennifer Granholm pada hari Selasa mengatakan bahwa AS dapat mempercepat laju pengisian kembali Cadangan Minyak Strategis (SPR) ketika proses pemeliharaan selesai dilakukan pada akhir tahun ini. Granholm juga menambahkan jumlah minyak yang akan dibeli berpotensi melebihi pembelian saat ini, yaitu sekitar 3 juta barel per bulan.
Baca Juga
Stok Bensin Berlimpah, Harga Minyak Mentah AS Anjlok Lebih dari 1%
Sementara itu, jumlah dan intensitas serangan Houthi Yaman di jalur pelayaran Laut Merah telah menurun secara signifikan dalam sepekan terakhir akibat peningkatan kerja sama internasional antar angkatan laut, ujar Menteri Perkapalan Yunani Christos Stylianides pada hari Selasa. Berita tersebut memicu harapan akan pemulihan keamanan situasi di wilayah yang menjadi salah satu jalur perdagangan utama dunia tersebut.
Turut membebani pergerakan harga, dalam laporan terbaru yang dirilis oleh grup industri American Petroleum Institute (API) menunjukkan bahwa stok minyak mentah dan stok bensin dalam sepekan mengalami kenaikan masing-masing sebesar 4,05 juta barel dan 4,03 juta barel. Laporan tersebut mengindikasikan permintaan yang sedang lesu di pasar energi AS. Meski demikian, pasar masih menantikan laporan resmi versi pemerintah yang akan dirilis Rabu malam oleh badan statistik Energy Information Administration (EIA).

