Pasar Kripto Kompak Positif, Bitcoin Kembali Naik ke Level US$ 70.000
JAKARTA, investortrust.id - Koin kripto terbesar nomor satu dan dua, Bitcoin (BTC) dan Ethereum (ETH), serta alternative coin (altcoin) lainnya kompak mengalami penguatan. Menilik data Coinmarketcap, Rabu (5/6/2024) pukul 07.05 WIB, 10 urutan koin papan atas semua menghijau dalam 24 jam terakhir.
BTC misalnya terpantau menguat 2,46% menjadi US$ 70.555,70, ETH naik 1,20% ke US$ 3.812,85, BNB melonjak 9,64% ke US$ 68,72, Solana (SOL) menguat 0,63% ke US$ 171,67, dan XRP juga ikut terkerek naik 0,05% ke US$ 0,5258.
Alhasil, kapitalisasi pasar kripto global kini menjadi sebesar US$ 2,62 triliun, meningkat 2,55% dibandingkan hari terakhir. Total volume pasar kripto selama 24 jam terakhir adalah US$ 82,92 miliar, turun 2,53%. Total volume di DeFi saat ini US$ 6,32 miliar, 7,63% dari total volume pasar kripto 24 jam. Volume semua koin stabil sekarang mencapai US$ 77,8 miliar, yang merupakan 93,83% dari total volume pasar kripto 24 jam. Dominasi Bitcoin saat ini sebesar 53,17%, meningkat 0,04% sepanjang hari.
Tiga koin teratas yang menjadi trending, yakni Notcoin (NOT), Super Trump (STRUMP), dan GameStop (GME). Sedangkan, tiga koin teratas untuk top gainers dipegang Uniswap (UNI), ORDI (ORDI), dan Stacks (STX). Sementara tiga koin teratas untuk top losers dipegang Ethena (ENA), Ronin (RON), dan Wormhole (W).
Baca Juga
Preferensi Investor Terhadap Koin Meme Kian Meningkat, Bitcoin Tersaingi?
Financial Expert Ajaib Kripto Panji Yudha mengatakan, BTC bergerak di antara US$ 56.555 - US$ 71.946 sepanjang Mei 2024. Selain itu, Ethereum (ETH) melampaui kenaikan BTC dengan ditutup naik sebesar 24,65% pada Mei 2024 dan bergerak di sekitar US$ 2.815 - US$ 3.973.
“Kinerja positif Bitcoin didukung dengan inflow pada pekan terakhir bulan Mei 2024 dengan mencatatkan inflow sebesar US$ 170,9 juta, melanjutkan net inflow sepanjang tiga minggu terakhir,” katanya dalam risetnya, Selasa (4/6/2024).
Di sisi lain, Ethereum mengalami lonjakan akibat dari keputusan SEC pada 23 Mei 2024, SEC menyetujui 8 aplikasi pengajuan ETF Ethereum spot Persetujuan ETF Ethereum datang empat setengah bulan setelah SEC menyetujui beberapa aplikasi ETF spot Bitcoin pada 10 Januari, menandai tonggak sejarah bagi industri kripto.
Sementara, Bitcoin menguat berkat data ekonomi Amerika Serikat (AS) yang berada di bawah ekspektasi pasar mengindikasikan suku bunga acuan bakal dipangkas dalam beberapa bulan kedepan.
Jumat (31/5/2024) Indeks harga Price Consumption Expenditure (PCE) inti AS terpantau naik 0,2% dari bulan sebelumnya pada bulan April 2024, setelah kenaikan sebesar 0,3% pada bulan Maret. Kenaikan inflasi ini paling lambat di sepanjang 2024 berjalan, dan di bawah ekspektasi pasar sebesar kenaikan 0,3%.
Bitcoin di buka di harga sekitar US$ 67,490 pada perdagangan Sabtu (1/6/2024). Menurut data dari Coinglass, selama satu dekade terakhir (2013-2023) Bitcoin secara rata-rata cenderung ditutup naik tipis sekitar 0,33%. Disisi lain, Ethereum (ETH) di buka pada harga US$ 3.760 pada 1 Juni, ETH secara rata-rata turun sebesar 6,38% setiap Juni (rata -rata dari periode 2016-2023).
Pekan ini
Dari sisi analisa teknikal, Senin (3/6/2024) BTC rebound dari support trendline hingga sempat naik ke US$ 70.275 dan Selasa (4/6/2024) BTC pukul 08:00 WIB, BTC bergerak di US$ 69.012. Selanjutnya, jika BTC dapat bertahan di support US$ 69.000, potensi untuk lanjut menguat ke US$ 71.500 dan target selanjutnya di US$ 73.000. Sementara, jika kembali turun dibawah US$ 69.000, maka potensi kembali bergerak sideways di sekitar US$ 65.000 - US$ 68.000
Sementara, ETH berpotensi melanjutkan reli untuk breakout level US$ 4.000 didukung potensi arus masuk (inflow) dari perdagangan ETF di AS. Adapun ekosistem di ethereum seperti DeFi dan Layer-2 berpotensi juga akan mendapatkan dampak positif dari potensi naiknya Ethereum.
Baca Juga
Berikut Proyeksi Harga Bitcoin di Bulan Juni Ini, Bisa Capai US$ 85.000?
Awal minggu ini yang relatif tenang dalam hal data makroekonomi tidak berarti tidak adanya potensi volatilitas pada aset berisiko. Laporan Non Farm Payroll (NFP) pada hari Jumat (7/6/2024) akan menjadi sorotan ekonomi minggu ini, karena pejabat Federal Reserve akan mempelajari informasi tersebut menjelang pertemuan bulan Juni.
“NFP bulan Mei diperkirakan naik menjadi 185.000, lebih tinggi dari periode sebelumnya sebesar 175.000, angka yang rilis sesuai atau lebih rendah dari ekspektasi pasar akan berdampak bullish ke Bitcoin,” kata Panji.
Sentimen utama pada Juni adalah rilisnya data Indeks Harga Konsumen AS (CPI) dan suku bunga acuan The Fed (Fed funds rate) pada FOMC 11-12 Juni 2024 minggu depan.
Panji melanjutkan, setelah ETF dan Bitcoin halving, katalis utama berikutnya adalah penurunan suku bunga. Bitcoin kemungkinan akan tetap melanjutkan momentum bullish-nya seiring dengan rilis data makro, untuk melihat jalur yang lebih jelas untuk penurunan suku bunga di AS.”
Menurut alat CME FedWatch Tool, memperkirakan The Fed akan kembali mempertahankan suku bunga di kisaran 5,25% - 5,50% pada FOMC Juni. Sementara, FOMC September terdapat peluang 45,7% The Fed akan mulai memangkas suku bunganya sebesar 25 bps atau 0,25% menjadi 5,00% - 5,25%.
