Meski BREN Kembali Turun, IHSG Bertahan Rebound 0,94%
JAKARTA, investortrust.id – Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin (3/6/2024), ditutup rebound 65,45 poin (0,94%) menjadi 7.036,45. IHSG bergerak dalam rentang 6.971,15-7.088,40 dengan nilai transaksi Rp 9,62 triliun.
Rebound indeks ditopang penguatan saham bank papan atas, seperti saham BBRI naik 4,38% menjadi Rp 4.530, saham BMRI menguat 3,39% menjadi Rp 6.100, saham BBNI naik 5% menjadi Rp 4.620, dan saham BBCA menguat 0,27% menjadi Rp 9.275.
Baca Juga
Tugu Insurance (TUGU) Cetak Laba Rp 267,73 Miliar per April 2024
Sebaliknya saham emiten Prajogo, yaitu PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN), berbalik turun Rp 275 (3,34%) menjadi Rp 7.950. Padahal, saham ini semapt melesat 9,73% menjadi Rp 9.025 pada penutupan sesi I.
Secara sektoral, pemacu utama penguatan indeks didukung kenaikan seluruh sektor, yaitu saham sektor kesehatan 1,58%, sektor konsumer primer 1,04%, sektor energi 1,14%, sektor konsumer non primer 0,88%, dan sektor keuangan 0,18%. Sebaliknya penurunan melanda saham sektor properti, infrastruktur, dan transportasi.
Adapun lima saham dengan penguatan tertinggi sepanjang hari ini adalah saham PT Asia Sejahtera Mina Tbk (AGAR) menguat hingga auto reject atas (ARA) dengan kenaikan Rp 46 (34,85%) menjadi Rp 178 dan PT Maja Agung Latexindo Tbk (SURI) ARB senilai Rp 53 (34,64%) menjadi Rp 206.
Baca Juga
Terbesar Sepanjang Sejarah, Metrodata (MTDL) Bagikan Dividen Rp 257,8 Miliar
Penguatan juga melanda saham PT Dunia Virtual Online Tbk (AREA) menguat Rp 30 (25%) menjadi Rp 150, PT Paperocks Indonesia Tbk (PPRI) melesat Rp 23 (18,25%) menjadi Rp 149, dan PT Petrosea Tbk (PTRO) naik Rp 875 (12,96%) menjadi Rp 7.625.
Sebaliknya penurunan melanda saham PT Sumber Energi Andalan Tbk (ITMA) menjadu Rp 700, PT Metro Healthcare Indonesia Tbk (CARE) menjadi Rp 71, PT Tempo Inti Media Tbk (TMPO) menjadi Rp 75, PT Pulau Subur Tbk (PTPS) menjadi Rp 94, dan PT Citra Tubindo TbK (CTBN) menjadi Rp 1.165.
Sepanjang pekan lalu, IHSG tercatat sebagai bursa saham dengan penurunan terdalam nomor dua di Asean dan di antara bursa-bursa saham di Asia Pacific. Pemodal asing juga mencatatkan penjualan bersih (net sell) saham sepekan ini mencapai Rp 4,81 triliun.

