Daftar Top 10 Market Cap Berubah, Tiga Emiten Ini Merangsek Naik
JAKARTA, investortrust.id – Pelemahan dalam indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) sebanyak 3,48% dalam sepekan dari 7.222,38 ke level terendah baru tahun ini 6.970,73 berimbas terhadap perombakan daftar top 10 saham dengan kapitalisasi pasar (market cap) terbesar.
Perombakan daftar saham emiten top 10 market cap terjadi setelah PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) kembali meraih posisi sebagai emiten dengan kapitalisasi pasar terbesar di BEI dengan nilai Rp 1.129 triliun. Saham BBCA menyumbang 9,55% terhadap total market cap BEI.
Baca Juga
ARB Saham BREN Tiga Hari Seret IHSG ke Level Terendah dalam Tujuh Bulan
Keberhasilan BBCA meraih posisi teratas setelah saham PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) anjlok. Penurunan dalam market cap emiten yang dikendalikan Prajogo Pangestu terjadi setelah saham ini anjlok berturut-turut hingga auto reject bawah (ARB) dalam tiga hari perdagangan pekan ini.
Koreksi terjadi setelah saham BREN dikenai sanksi full call auction (FCA) akibat suspensi dua kali berturut-turut. Sanksi ini membuat saham BREN melorot dari Rp 11.250 menjadi Rp 8.225. Hal ini membuat kapitalisasi pasar BREN melorot menjadi urutan kedua dengan nilai Rp 1.100 triliun dari sebelumnya Rp 1.505 triliun atau hangus senilai Rp 405 triliun.
Tak hanya saham BREN, ternyata saham emiten lainnya yang dikendalikan Prajogo Pangestu, yaitu PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) juga terdepak dari posisinya sebagai emiten dengan kapitalisasi terbesar ketiga menjadi keempat di BEI.
Baca Juga
Indosat (ISAT) Berada di Jalur Pertumbuhan Unggul, Bagaimana dengan Sahamnya?
Terdepaknya TPIA dipicu atas lompatan harga saham PT Amman Mineral Indonesia Tbk (AMMN) dari Rp 10.550 menjadi Rp 12.075 yang berimbas terhadap kenaikan market cap dari Rp 765 triliun menjadi Rp 876 triliun. Sebaliknya market cap TPIA hanya naik dari Rp 785 triliun menjadi Rp 794 triliun.
Hal mengejutkan lainnya adalah keberhasilan PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) merangsek menjadi emiten dengan kapitalisasi terbesar 10 di BEI bernilai Rp 163 triliun, seiring lompatan harga saham DSSA sebanyak 19,10% sepanjang 27-31 Mei 2024.
Sebaliknya PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) terdepak dari posisinya dan menjadi emiten dengan market cap terbesar ke-11 dengan nilai Rp 163,24 triliun. Hal ini terjadi setelah saham ini melorot dari Rp 4.670 menjadi Rp 4.400.
Grafik Saham Top 10 Market dalam Sebulan

