Saham Ytd Terbang 21,07%, Market Cap Bank Mandiri (BMRI) Merangsek Peringkat Empat
JAKARTA, investortrust.id – PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) kini menjadi emiten dengan kapitalisasi pasar terbesar keempat di Bursa Efek Indonesia (BEI) setelah harga sahamnya melesat pada perdagangan sesi I, Kamis (15/2/2024).
Hingga penutupan sesi I BEI, saham BMRI berhasil melesat Rp 300 (4,27%) menjadi Rp 7.325. Saham ini bergerak dalam rentang Rp 7.150-7.375. Saham ini bergerak di zona hijau sepanjang perdagangan hari ini.
Baca Juga
Empat Saham Bank Papan Atas ATH Usai Pemilu, Tertinggi BBNI dan BMRI
Dengan demikian penguatan harga saham BMRI year to date (ytd) telah mencapai 21,07% dari Rp 6.050 pada penutupan akhir tahun lalu menjadi Rp 7.325 padda penutupan sesi I hari ini. Penguatan tersebut jauh mengungguli saham bank papan atas lainnya, seperti PT Bank Central Asia Tbk (BBCA), PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI), dan PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI).
Lompatan harga saham tersebut menjadikan kapitalisasi pasar (market cap) BMRI merangsek naik ke urutan empat, dibandingkan sebelumnya peringkat lima. Market cap saham BMRI melesat menjadi Rp 676,82 triliun mengalahkan PT Bayan Resources Tbk (BYAN) senilai Rp 654,99 triliun.
Penguatan tersebut membuat perubahan daftar saham emiten kapitalisasi pasar terbesar di BEI, yaitu BBCA peringkat pertama bernilai Rp 1.220,42 triliun, BBRI peringkat dua senilai Rp 932,33 triliun, PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) peringkat tiga Rp 678,96 triliun, BMRI peringkat empat Rp 676,82 triliun, dan BYAN peringkat lima Rp 654,99 triliun.
Sementara itu, analis BRI Danareksa Sekuritas Wilastita Muthia Sofi dan Erindra Krisnawan mengatakan, pilpres yang kemungkinan besar berlangsung satu putaran dan dimenangkan Prabowo-Gibran beradasarkan perhitungan cepat (quick count) menciptakan kepastian terhadap pasar saham.
Baca Juga
“Kami yakin pasar memberikan pandangan positif terhadap pasangan Prabowo-Gibran terhadap prospek ekonomi Indonesia lebih baik ke depan dengan perkiraan pertumbuhan ekonomi lebih tinggi ke depan,” terangnya.
Peluang pilpres dimenangkan Prabowo-Gibran dalam satu putaran juga akan memicu dana asing mengalir deras ke Indonesia. Hal ini akan berdampak positif terhadap saham-saham berkapitalisasi pasar besar, seperti BMRI dengan target harga menuju level Rp 7.600.

