Top 10 Broker Sepakan, UBS Sekuritas Teratas dengan Nilai Transaksi Rp 16,94 Triliun
JAKARTA, investortrust.id – Anggota Bursa (AB) ternama bercokol sebagai broker dengan nilai transaksi terbesar di Bursa Efek Indonesia (BEI) dalam sepekan terakhir, periode 27 – 31 Mei 2024.
Kali ini, PT UBS Sekuritas Indonesia (AK), PT JP Morgan Sekuritas Indonesia (BK) dan PT Maybank Sekuritas Indonesia (ZP) bertengger pada tiga teratas broker paling elite pakan lalu.
UBS Sekuritas berhasil menghimpun nilai transaksi sebesar Rp 16,94 triliun. AK bahkan mampu memposisi diri sebagai broker dengan frekuensi dan volume transaksi terbesar sepekan, masing-masing sebanyak 193 juta kali transaksi dengan 9,07 miliar lembar saham.
Sedangkan JP Morgan Sekuritas Indonesia yang berada di posisi kedua mencatat nilai transaksi sebesar Rp 11,02 triliun, dengan volume saham sebanyak 7,31 miliar lembar.
Baca Juga
PT Maybank Sekuritas Indonesia (ZP) memposisikan diri di peringkat ketiga dengan nilai transaksi saham 6,95 trilliun sepekan terakhir, dengan volume saham sebanyak 4,11 miliar lembar, di bawah PT Mandiri Sekuritas (Mansek) yang berada di posisi ketiga volume perdagangan sepekan di posisi ketiga.
Sementara untuk nilai transaksi, kali ini Mansek berada di posisi keempat dengan nilai sebesar Rp 5,82 triliun. Ditempat kelima ada PT Macquarie Sekuritas Indonesia (RX) dengan nilai transaksi sebesar Rp 5,81 triliun.
Broker asing asal Malaysia yaitu PT CGS International Sekuritas Indonesia (YU) duduk di posisi enam. YU mencatat nilai transaksi sepekan Rp 5,81 triliun dan volume perdagangan saham sebanyak 3,48 miliar saham.
Tempat ketujuh diduduki oleh PT CLSA Sekuritas Indonesia (KZ) dengan mencatat nilai transaksi sebesar Rp 3,62 triliun. Kemudian posisi delapan milik broker lokal PT Verdhana Sekuritas Indonesia (BB) dengan nilai transaksi Rp 2,24 triliun.
Broker asal Korea Selatan, PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia (YP) berada di tempat sembilan dengan nilai transaksi Rp 1,04 triliun. Frekuensi dan volume masing-masing sebanyak 153 juta kali transaksi dan mentransaksikan sebanyak 1,89 miliar saham.
Baca Juga
Kimia Farma (KEAF) Derita Rugi Rp 1,82 Triliun, Manajemen: Ada Dugaan Pelanggaran Integritas
Berada di posisi sepuluh, broker lokal PT Indo Premier Sekuritas (PD) melakukan transaksi senilai Rp 1,07 triliun dengan frekuensi transaksi sebanyak 111 juta kali.
Bursa Efek Indonesia menyampaikan, data perdagangan saham BEI selama periode tanggal 27 Mei sampai dengan 31 Mei 2024, mengalami penurunan.
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) anjlok sebesar 3,48% menjadi berada pada level 6.970,736 dari posisi 7.222,382 pada penutupan pekan yang lalu.
Penurunan IHSG sejalan dengan kapitalisasi pasar bursa yang mengalami penurunan sebesar 4,35% menjadi Rp 11.825 triliun dari Rp 12.363 triliun pada penutupan pekan lalu.
Sekretaris Perusahaan Bursa Efek Indonesia, Kautsar Primadi Nurahmadi mengatakan, meski IHSG dan kapitalisasi pasar melemah, indikator perdagangan lainnya justru positif.
‘’Kenaikan tertinggi pekan ini terjadi pada rata-rata nilai transaksi harian sebesar 49,01% yaitu menjadi Rp 18,12 triliun dari Rp 12,16 triliun pada penutupan pekan yang lalu,’’ urai Kautsar dalam keterangan tertulis yang dikutip, Minggu (2/5/2024).
Kemudian, rata-rata volume transaksi harian selama sepekan turut mengalami kenaikan sebesar 34,47% menjadi 20,729 miliar lembar saham dari 15,415 miliar lembar saham dari penutupan pekan lalu.
Penurunan terjadi pada rata-rata frekuensi transaksi harian selama sepekan sebesar 0,79% menjadi 1,130 juta kali transaksi dari 1,139 kali transaksi pada pekan lalu. Sementara investor asing mencatatkan nilai beli bersih sebesar Rp 6,25 triliun.
Pergerakan IHSG Periode 27 Mei - 31 Mei 2024:
