Pasar Kripto Lesu, Investor Tunggu Sinyal Lanjutan
JAKARTA, investortrust.id - Sebagian besar aset kripto masih berada di zona merah pada perdagangan Jumat (31/5/2024). Penurunan ini melanjutkan tren yang telah berlangsung dari pekan lalu.
Melansir dari laman resmi Luno pada Jumat pagi Bitcoin dipertukarkan di kisaran US$ 67.200 miliar atau turun 0,73% sedangkan Ethereum turun 2% ke angka US$ 3.700. Kemudian, Solona juga mengalami penurunan sebesar 2% ke angka US$ 163. Selanjutnya, XRP turun 1,78% ke angka US$ 0,51.
Adapun Chainlink menjadi satu-satunya aset kripto yang berada di zona hijau dalam sehari terakhir, naik 0,4%.
Indeks DLCS CoinDesk yang mencerminkan pergerakan harga aset-aset kripto large cap, masih menunjukkan kontraksi, dan turun sebesar 1,1% dalam satu hari terakhir.
Baca Juga
Dorong Kemudahan, Kadin Berharap Geliat Industri Kripto Semakin Meningkat
Meskipun pasar tampak tidak aktif karena investor sedang menunggu sinyal berikutnya. Di sisi lain, mulai terlihat pergeseran sikap dari para pembuat kebijakan di Amerika Serikat (AS) terkait kripto, terutama menjelang Pemilu yang semakin dekat.
The Block melaporkan bahwa Presiden AS Joe Biden telah berkonsultasi dengan beberapa pemain di industri kripto terkait komunitas dan kebijakan kripto dalam beberapa pekan terakhir.
“Sebagai bagian dari penjangkauan, tim kampanye Biden telah memanggil beberapa ahli kripto, termasuk beberapa pemain industri kripto yang sebelumnya diabaikan oleh Biden,” tulis publikasi tersebut, Jumat (31/5/2024).
Baca Juga
Pergeseran sentimen dari pihak Presiden AS Joe Biden terhadap kripto ini datang usai Komisi Sekuritas dan Bursa Amerika Serikat atau Securities and Exchange Commission (SEC) berubah pikiran terkait persetujuan pengajuan exchange-traded fund (ETF) Ethereum, yang kemungkinan besar akan disetujui.
Adapun untuk total kapitalisasi pasar kripto pagi ini berada di level US$ 2,53 triliun atau sekitar Rp 41 ribu triliun atau turun -1,4%. Namun pada Jumat siang ini mulai pulih dengan menguat tipis 0,35%.

