Menperin Agus Beberkan 3 Strategi Untuk Dongkrak Industri Domestik
JAKARTA, investortrust.id – Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita mengungkapkan ada tiga faktor penting untuk mendorong sektor industri Indonesia semakin gemilang. Penguatan akan dicapai melalui tiga strategi ini.
Strategi pertama, Menperin Agus menyebutkan, pembentukan Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Industri (BPSDMI) dengan tanggung jawab untuk menyiapkan SDM kompeten sesuai kebutuhan dunia industri.
Baca Juga
Proyek Jalan Tol IKN Segmen 5A Sudah 83,57%, Waskita Karya Bidik 17 Agustus Sudah Beroperasi
“Ada beberapa program yang sudah berhasil, di antaranya melalui pendidikan dan pelatihan vokasi yang link and match dengan industri. Sebanyak 100% lulusannya terserap di dunia industri," ucapnya dalam keterangan tertulis, Jumat (31/5/2024).
Faktor kedua adalah proses. Menperin mengatakan, perputaran roda sektor industri telah menunjukkan daya tahan yang membanggakan. Aktivitas ini lantaran didukung dengan berbagai kebijakan fiskal dan nonfiskal untuk menopang proses produksi di industri, termasuk dalam pemenuhan bahan baku, logistik, dan transaksi.
“Kebijakan itu juga bertujuan untuk menarik minat investasi baru di Indonesia. Selain itu, melalui skema local currency transaction diharapkan dapat memudahkan transaksi dengan negara mitra sekaligus menjaga stabilitas nilai tukar rupiah dari fluktuasi, kususnya dikaitkan dengan dollar Amerika,” paparnya.
Baca Juga
Kemenperin Klaim Penumpukan Barang Impor Tidak Ganggu Industri Manufaktur
Sedangkan faktor ketiga adalah teknologi. Menperin Agus mengatakan, Indonesia bertekad untuk mempercepat transformasi digital. Hal ini dibuktikan melalui peluncuran peta jalan Making Indonesia 4.0. “Kami sudah melakukan assessment kepada sebanyak 1.200 perusahaan, di mana sekitar 15% sudah melakukan transformasi ke teknologi industri 4.0,” terang Agus.
Guna mengakselerasi upaya tersebut, dia mengatakan, Kemenperin terus menyosialisasikan dan mengubah mindset para pelaku industri bahwa transformasi digital bukan sebuah cost, tetapi sebagai investasi. ”Dengan adanya teknologi ini, perusahaan akan lebih efisien dan kualitas produk yang dihasilkan berdaya saing tinggi,” terangnya.

