Aplikasikan Panel Surya, CITA Raih Predikat “Green Platinum” Transparansi dan Penurunan Emisi
JAKARTA, investortrust.id – PT Cita Mineral Investindo Tbk (CITA) berhasil memboyong penghargaan Transparansi dan Penurunan Emisi Korporasi Terbaik 2024 predikat “Green” kategori “Platinum.”
Penghargaan ini diberikan oleh Investortrust bekerja sama dengan Bumi Global Karbon (BGK) di Jakarta, Rabu (29/5/2024) malam.
Deputy General Manager Health, Safety and Environment (HSE) CITA, Siswo Awaliyanto, mengungkapkan, perseroan memulai pengurangan emisi karbon dengan memasang solar cell (panel surya) di operasional tambang yang berlokasi di beberapa Kecamatan di Kalimantan Barat.
“Solar cell khususnya di perkantoran sama mess dan yang kedua di stockpile area. Yang tadinya kita pakai penerangan (gunakan solar), kita akhirnya ganti pakai solar cell. Kita tempatkan di segala penjuru (di kawasan pertambangan CITA),” kata Siswo saat ditemui selepas ajang tersebut di Aryaduta Menteng Hotel, Jakarta, Rabu (29/5/2024).
Ia pun menyampaikan, CITA sudah mengurangi penggunaan bahan bakar fosil sebanyak 3%. “Kalau bahan bakarnya kita secara perhitungannya, mungkin baru berkurang antara 2% sampai mendekati 3%,” tambah Siswo.
Terkait pengurangan emisi karbon, Siswo mengatakan pihaknya masih belum menghitung secara terperinci. Namun, perseroan telah mereklamasi kembali lahan yang dieksploitasi untuk pertambangan tersebut.
“Kebetulan saya enggak ngitung secara terinci, mungkin ada. Nanti kita coba sampaikan. Toh kita untuk mengganti (emisi) karbon itu kan kita lakukan reklamasi. Area yang bekas kita eksploitasi, kita lakukan reklamasi kembali,” ungkap dia.
Siswo turut menyampaikan apresiasinya atas penghargaan yang diterima dan berharap pemerintahan selanjutnya dapat mendukung cita-cita pengurangan emisi di sektor pertambangan.
“Mungkin ke depannya akan lebih baik. Syukur-syukur nanti pemerintahnya juga bisa mengikuti (mendukung perusahaan untuk mengurangi emisi karbon) ke depan. Artinya berkesinambungan, kita jangan mengambil intinya saja tapi kita juga bisa harus memperbaiki dari apa yang kita lakukan untuk eksploitasi mineral itu,” pungkas dia.
Baca Juga
Sebagai informasi, sebanyak 99 perusahaan telah meraih penghargaan Transparansi dan Penurunan Emisi Korporasi Terbaik 2024 atas upayanya dalam mengelola dan menurunkan emisi karbon secara berkelanjutan.
“Perusahaan yang bisa menurunkan emisi karbon patut diberikan apresiasi karena sudah berkontribusi menyelamatkan bumi,” kata CEO Investortrust, Primus Dorimulu.
Penurunan emisi, lanjut Primus, akan berdampak positif terhadap perubahan iklim dan mengurangi emisi gas rumah kaca sekaligus menciptakan pertumbuhan ekonomi berkualitas.
Dalam penilaian emisi korporasi ini, Investortrust bekerja sama dengan Bumi Global Karbon (BGK). Founder Bumi Global Karbon, Deni Daruri mengharapkan, pemerintah memberikan apresiasi kepada perusahaan-perusahaan yang berhasil menekan emisi karbon dalam proses bisnisnya.
“Karena bagaimanapun, hal ini akan membantu pemerintah dalam menekan emisi gas rumah kaca (GRK) serta mencapai target emisi nol bersih atau net zero emission (NZE) Indonesia pada 2060 atau lebih cepat,” ujar Deni Daruri.
Dia juga berharap, penghargaan emisi korporasi ini bisa memberikan inspirasi kepada perusahaan yang belum mendapatkan penghargaan agar bisa menurunkan emisi. Sebab, penurunan emisi karbon merupakan tanggung jawab bersama, tidak hanya individu tetapi juga bagian dari perusahaan.
Baca Juga
Venteny (VTNY) Incar Pendapatan Rp 270 Miliar, Begini Strateginya
Deni juga mengatakan, setelah menelusuri data sekitar 900 korporasi, ditemukan sekitar 120 perusahaan yang bisa dinilai karena sustainability report mereka sesuai standar.
Indonesia termasuk negara berkembang yang juga berperan dalam pengendalian perubahan iklim. Mengacu pada Paris Agreement, Indonesia berkomitmen mengurangi emisi gas rumah kaca sebesar 31,89% pada tahun 2030 dengan upaya sendiri dan 43,20% dengan dukungan internasional.
Berdasarkan data yang diolah oleh investortrust.id, Indonesia masih menyumbang emisi karbon sebanyak 728,9 juta tCO2e pada tahun 2022. Ini menjadikan Tanah Air sebagai penyumbang emisi tertinggi di Asia Tenggara atau ASEAN.
Adapun realisasi penurunan emisi di Indonesia pada tahun 2023 telah melebihi target, yang mana Kementerian ESDM menargetkan penurunan emisi sebesar 116 juta tCO2e dan target tersebut tembus di angka 127,7 juta tCO2e.

