Saham GOTO Kembali Melesat hingga Diborong Pemodal Asing
JAKARTA, investortrust.id – PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) kembali mencatatkan lompatan harga pada penutupan perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI), Selasa (28/5/2024). Saham ini juga kembali menjadi buruan invetor asing.
Berdasarkan data perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI), saham GOTO ditutup melesat Rp 4 (5,71%) menjadi 74. Dengan demikian, saham GOTO berhasil lanjutkan kenaikan harga selama tiga hari berturut-turut mencapai 15,62%. Level Rp 74 ini juga menjadi harga tertinggi saham GOTO terhitung sejak akhir Februari 2024.
Baca Juga
Ingin Percepat Investasi ODS, Begini Pandangan Analis terkait Prospek GOTO
Tak hanya mencatatkan kenaikan harga dalam tiga hari terakhir, saham GOTO ternyata kembali menjadi buruan investor asing dengan nilai pembelian bersih (net buy) Rp 52,44 miliar pada perdagangan hari ini. Bahkan, saham GOTO masuk top 3 jajaran saham yang diburu investor asing hari ini.
Dengan pencapaian tersebut, nilai net buy saham GOTO moth to date (mtd) mencapai Rp 319,74 miliar. GOTO masuk dalam jajaran top 4 saham yang diburu pemodal asing sepanjang Mei 2024 setelah saham TPIA, BREN, dan PGAS. Bandingkan dengan posisi pemodal asing di BEI mtd dengan penjualan bersih (net sell) mencapai Rp 11,27 triliun.
Saham GOTO juga menjadi saham dengan volume transaksi paling tinggi hari ini mencapai 45,78 juta lot dengan nilai transaksi Rp 330,19 miliar. Saham GOTO juga masuk dalam daftar top 10 untuk saham dengan nilai transaksi terbesar hari ini.
Baca Juga
Agenda RUPSLB GOTO Bulan Depan, Perombakan Komisaris-Direksi hingga Buy Back Saham
Terkait prospek saham GOTO, analis BRI Danareksa Sekuritas Niko Margaronis sebelumnya mempertahankan rekomendasi beli dengan target harga Rp 120 per saham. Dengan target tersebut, terbuka potensi penguatan saham teknologi raksasa Indonesia ini hingga 62,16%, dibandingkan harga penutupan saham GOTO kemarin level Rp 74.
“Kami mempertahankan beli saham GOTO, karena perseroan sudah berada di jalur terpercaya untuk menciptakan nilai atau value cration. Sedangkan peningkatan nilai juga datang dari segmen bisnis fintech perseroan yang dinilai masih terlalu murah,” tulis Niko Margaronis dalam riset terakhirnya.
BRI Danareksa Sekuritas menyebutkan bahwa rekomendasi beli tersebut juga mempertimbangkan segmen bisnis on demand service (ODS) melalui Gojek yang cenderung menunjukkan peningakatan take rate. Hal ini didukung inisiasi perseroan dalam meningkatkan layanan dengan margin yang lebih tinggi.
Baca Juga
Meski IHSG Melesat, Investor Asing Lanjut Net Sell Rp 583,76 Miliar
“Kami juga melihat bahwa GOTO akan berupaya menambah armada sepeda motor dan mobil Gojek dengan kendaraan baru, sehingga guna menawarkan tingkat pengembalian lebih baik bagi perseroan dan pengemudi,” terangnya.
Berbagai faktor tersebut mendorong BRI Danareksa Skeuritas untuk mempertahankan perbaikan terus menerus kinerja GOTO. EBITDA disesuaikan diperkirakan positif menjadi Rp 86 miliar tahun ini, dibandingkan rugi tahun lalu Rp 3,67 triliun. Pendapatan pereroan juga diperkirakan mencapai Rp 10,72 triliun. Sedangkan rugi bersih diperkirakan turun dalam menjadi Rp 4,33 triliun tahun 2024.
Grafik Saham GOTO

