Simak Target Terbaru Saham BBCA Usai Umumkan Lompatan Laba Rp 48,7 Triliun
JAKARTA, investortrust.id – PT Panin Sekuritas Tbk menyematkan rating beli untuk saham PT Bank Centra Asia Tbk (BBCA), dengan target harga terbaru Rp 10.600. Target tersebut mengimplementasikan rasio price to book (PB) sebesar 4 kali di tahun 2024.
Analis PT Panin Sekuritas Tbk Nico Laurens, CFA, FRM menyampaikan, rating beli disematkan karena BBCA berhasil membukukan laba bersih sesuai dengan estimasi Panin Sekuritas. Sebagaimana diketahui BBCA mencatatkan laba bersih sebesar Rp 48,7 triliun di 2023, tumbuh 19,4% secara tahunan atau year on year (YoY).
“Performa positif secara tahunan BBCA didorong oleh pertumbuhan kredit yang di atas industri, meningkatnya risk adjusted NIM, serta, cost to income yang stabil," ulas Nico dikutip dari riset hariannya, Minggu (28/01/2024).
Sementara itu, kredit tumbuh signifikan yang didorong oleh segmen korporasi, consumer serta SME. Selain itu, CASA (dana murah) juga tercatat tumbuh di atas industri. Kualitas aset mengalami perbaikan dengan LAR (loan at risk) yang turun ke level 6,9%.
Baca Juga
Berdasarkan laporan keuangan yang dipublikasikan Perseroan tertera, peran intermediasi perbankan yang dilakukan BBCA berjalan baik, dengan menggelontorkan kredit sebesar Rp 810 triliun di 2023, tumbuh 13,9% YoY.
Peningkatan kredit terutama didorong oleh segmen korporasi yang mencapai Rp 369 triliun, naik 15% YoY, disebabkan oleh seasonality serta timing dari persetujuan kredit.
“Patut dicermati bahwa tingkat utilisasi kredit membaik sejak pandemi, di mana working capital loan berada di angka 54%, dan investment loan di level 82%,’’ urai Nico.
Performa positif juga terlihat di segmen SME yang meningkat 15,5% (industri 8,4%) dengan kontribusi pertumbuhan tertinggi berasal dari Jawa, terutama Jakarta yang tumbuh 16,6% YoY dengan kontribusi sebesar 35,9%.
Gelontoran kredit disokong oleh likuditas yang mumpuni, seiring pertumbuhan dana ketiga (DPK) BBCA sebesar Rp 1.102 triliun, tumbuh 6,0% YoY. Patut dicermati kenaikan DPK dikontribusi oleh CASA atau dana murah sebesar Rp 885 triliun di 2023, tumbuh 4,3% YoY.
Pertumbuhan CASA ini tercatat masih di atas industri (2,9% YoY) dan juga jumlah uang beredar (M2: 3,5% YoY).
Baca Juga
Harga Emas Antam Parkir di Rp 1.132.000 per Gram, Cek Selengkapnya
“Perlambatan DPK sektor perbankan lebih disebabkan, shifting ke obligasi pemerintah yang memberikan yield yang lebih tinggi serta perlambatan jumlah uang beredar sebagai bagian dari kebijakan moneter yang ketat,’’ imbuh Nico.
Sementara itu, CASA ratio BBCA masih stabil di 80,3% dengan likuditas yang juga masih terjaga dengan LDR di 70,2%. Perseroan memperkirakan ada ruang pemangkasan suku bunga deposito sejalan dengan ekspektasi pemangkasan suku bunga The Fed sebesar 75bps, yang akan terjadi di semester II-2024.
Rasio lain yang menjadi penguat rekomendasi beli BBCA yaitu posisi kualitas aset yang terus menunjukan perbaikan, di mana saat ini total loan at risk sebesar Rp 52,2 triliun, dengan LAR ratio di 6,9%, dengan porsi yang direstrukturisasi turun ke Rp 21,4 triliun (-53,5% YoY). Sementara saat ini, rasio NPL di level 1,9% dengan porsi terbesar di segmen korporasi (48,1%).

