Dipicu Kejatuhan Saham Bank, IHSG Lanjut Terkoreksi
JAKARTA, investortrust.id – Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) sesi I, Selasa (21/5/2024), ditutup melemah 38,77 poin (0,53%) menjadi 7.227,92. Pergerakan indeks berada dalam rentang 7.214-7.295 dengan nilai transaksi Rp 5,34 triliun.
Pemicu utama penurunan indeks datang dari saham sektor keuangan setelah empat saham bank papan atas anjlok, seperti saham PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) terkoreksi 3,56% menjadi Rp 6.100, PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) melemah 2,61% menjadi Rp 4.850, PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) turun 1,45% menjadi Rp 4.750. Sebaliknya saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) ditutup stagnan level Rp 9.475.
Baca Juga
OJK Imbau Pelaku Pasar Perhatikan Valuasi Sebelum Investasi Saham
Kondisi berbeda dicatatkan lima saham emiten Prajogo Pangestu yang justru bertahan di zona hijau sesi I, seperti saham PT Barito Pacific Tbk (BRPT), PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN), PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA), PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN), dan PT Petrosea Tbk (PTRO).
Penurunan IHSG juga dipengaruhi pelemahan mayoritas sektor saham, seperti sektor energi, consumer primer, keuangan, industry, dan properti. Penguatan tipis hanya melanda saham sektor material dasar dan infrastruktur.
Semalam bursa Wall Street ditutup bervariasi dengan pelemahan melanda Dow Jones melemah 0,49%. Adapun, S&P500 dan Nasdaq berhasil melesat masing-masing 0,092% dan 0,65%.
Kemarin, pemodal asing membukukan pembelian bersih saham senilai Rp 226,12 miliar, meski IHSG ditutup anjlok sebanyak 50,55 poin (0,69%) menjadi 7.266,69. Net buy terbanyak melanda tiga saham bank papan atas ini, PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) Rp 435,88 miliar, PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) Rp 132,80 miliar, dan PT Vale Indonesia Tbk (INCO) Rp 124,02 miliar.
Baca Juga
OJK: Ekonomi Dunia Hadapi Tantangan Berat Selama 10 Tahun ke Depan
IHSG bergerak dalam rentang 7.243,01-7.374,55 dengan nilai transaksi Rp 12,33 triliun. Pemicu utama koreksi indeks tersebut dipengaruhi atas kejatuhan saham emiten sektor perbankan, khususnya bank papan atas.
Saham BMRI anjlok Rp 250 (3,80%) menjadi Rp 6.325, BBCA turun Rp 275 (2,82%) menjadi Rp 9.475, BBRI turun Rp 100 (2,03%) menjadi Rp 4.820, dan PT Bank negara Indonesia Tbk (BBNI) anjlok Rp 195 (3,77%) menmjadi Rp 4.980.
Grafik IHSG

