Adaro Energy (ADRO) Kembali Tetapkan Dividen US$ 400 Juta
JAKARTA, investortrust.id - Emiten pertambangan batu bara, PT Adaro Energy Indonesia Tbk (ADRO), menetapkan dividen tahun buku 2023 senilai US$ 400 juta. Nilai tersebut berdasarkan Keputusan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) di Jakarta, Rabu (15/5/2024).
“Kami mengapresiasi para pemegang saham dengan melalui pengembalian (return) dalam bentuk dividen tunai yang dibagikan secara reguler dan pembelian kembali saham saham ADRO. Saat rapat, kami sudah mendapat persetujuan dari para pemegang saham untuk membagikan dividen tunai final sejumlah US$ 400 juta,” ujar Presiden Direktur Perseroan Garibaldi Thohir pada RUPST Perseroan di Hotel Raffles Jakarta, Rabu (15/5/2024).
Baca Juga
Adaro Energy (ADRO) Siapkan Dana Buyback Saham Rp 4 Triliun, Gelar RUPS 15 Mei
Adaro Energy (ADRO) sebelumnya telah membagikan dividen interim senilai US$ 400 juta yang dibayarkan pada 12 Januari 2024. Dengan demikian, sisa laba bersih tahun 2023 mencapai US$ 841,43 juta diputuskan sebagai laba ditahan.
“Para pemegang saham menyetujui penggunaan laba tahun berjalan perseroan untuk tahun buku 2023 sebesar US$ 1,64 miliar, dimana sebesar US$ 800 juta atau 48,4% akan digunakan untuk pembayaran dividen tunai,” ujar Garibaldi Thohir atau dikenal dengan Boy Thohir.
Grafik Saham ADRO
Selain itu, para pemegang saham perseroan menyetujui pengangkatan Iwan Dewono Budiyuwono sebagai direktur ADRO dan meneruskan masa jabatan anggota direksi lainnya. Pemegang saham juga memberikan pembebasan dan pelunasan sepenuhnya (acquit et decharge) kepada Chia Ah Ho dari jabatannya sebagai direktur perseroan.
Berikut susunan baru dewan direksi perseroan, yaitu Presiden Direktur ADRO Garibaldi Thohir, Wakil Presiden Direktur Christian Ariano Rachmat, Direktur Michael William P. Soeryadjaya, Direktur Mohammad Syah Indra Aman, Direktur Julius Aslan, dan Direktur Iwan Dewono Budiyuwono.
Baca Juga
Target Kinerja dan Saham Adaro Energy (ADRO) Direvisi Naik, Berikut Faktor Pemicunya
Selain pembagian dividen, pemegang saham menyetujui perubahan anggaran dasar perseroan, sehubungan dengan rencana pengurangan modal ditempatkan dan disetor penuh melalui penarikan saham hasil pembelian kembali perseroan sebanyak 1,22 miliar saham atau mewakili 3,84% dari seluruh modal ditempatkan dan disetor penuh perseroan.
Pengurangan tersebut menjadikan modal ditempatkan dan disetor perseroan akan turun dari semula berjumlah 31,98 miliar saham dengan nilai nominal Rp 3,19 triliun menjadi 30,75 miliar saham dengan nilai nominal sejumlah Rp 3,07 triliun.

