Bakrie & Brothers (BNBR) Akan Gelar Kuasi Reorganisasi
JAKARTA, investortrust.id – PT Bakrie & Brothers Tbk (BNBR) akan menggelar kuasi reorganisasi dengan lima tujuan utama. Kuasi reorganisasi ini dilakukan setelah performa keuangan menunjukkan tren peningkatan dari tahun ke tahun dengan rata-rata pertumbuhan pendapatan tahunan (CAGR) mencapai 16,24%.
Sebelumnya, grup usaha Bakrie lainnya, PT Bumi Resources Tbk (BUMI) telah terlebih dahulu mengumumkan rencana melaksanakan kuasi reorganisasi dengan tujuan penghapusan deficit ekuitas senilai US$ 2,35 miliar.
Kuasi reorganisasi adalah upaya perseroan untuk membersihkan deficit dari neraca keuangan, sehingg ekuitas bisa terbebas dari minus dan akhirnya mempermudah untuk mendapatkan fasilitas pendanaan baru hingga membuka peluang pembagian dividen ke depan. Kuasai reorganisasi dilakukan dengan menilai kembali aset-aset perusahaan dengan menggunakan patokan nilai wajar atau nilai pasar.
Baca Juga
Berdasarkan Keterbukaan Informasi BNBR disebutkan bahwa kuasi reorganisasi ini memiliki lima tujuan utama. Pertama, sebagai awal yang baru (fresh start), dengan neraca keuangan yang menunjukkan saldo laba tanpa dibebani defisit masa lampau.
Kedua, memperbaiki struktur ekuitas BNBR dengan mengeliminasi akumulasi rugi (defisit) menggunakan komponen ekuitas lain seperti agio saham, selisih transaksi dengan pihak non pengendali dan penurunan modal saham.
Ketiga, dengan kondisi neraca keuangan yang menunjukkan nilai sekarang tanpa dibebani defisit masa lampau, BNBR diharapkan akan lebih mudah memperoleh pendanaan, jika diperlukan, dalam rangka pengembangan usaha.
Baca Juga
Begini Cerita Bakrie & Brothers (BNBR) Gandeng Pertamina untuk Kembangkan IKN
Keempat, dengan tidak adanya saldo defisit, maka akan dapat memberikan dampak positif bagi para pemegang saham karena BNBR dapat membagi dividen sesuai dengan peraturan yang berlaku, termasuk Undang-undang Perseroan Terbatas (UUPT).
Kelima, meningkatkan minat dan daya tarik investor untuk memiliki saham BNBR, sehingga diharapkan akan meningkatkan likuiditas perdagangan saham. Selain itu, BNBR mengungkapkan adanya tren performa keuangan yang membaik dari tahun ke tahun.
Berdasarkan penutupan manajemen, peningkatan pendapatan BNBR ini didukugn perkembangan pesat anak-anak usahanya, seperti PT VKTR Teknologi Mobilitas Tbk (VKTR) yang bergerak di bidang penjualan kendaraan listrik.
Baca Juga
Liabilitas Terpangkas Signifikan, Bakrie & Brothers (BNBR) Pertahankan Laba Rp 237,46 Miliar
Ada juga PT Bakrie Metal Industries (BMI) dan entitas anak yang bergerak di bidang pabrikasi baja bergelombang, pabrikasi pipa baja dan konstruksi baja, serta PT Bakrie Indo Infrastructure (BIN) yang bergerak di bidang pembangunan dan jasa infrastruktur.
"Tren performa yang positif ini juga bisa dilihat dari meningkatnya laba usaha perseroan selama tiga tahun berturut-turut. Di mana masing-masing sebesar Rp 20,69 miliar, Rp 231,91 miliar, dan Rp 348,31 miliar, dengan rata-rata marjin laba usaha sebesar 5,51%," ujarnya.

