OK Bank (DNAR) Optimistis Pertumbuhan Kredit dan Laba di 2024
JAKARTA, investortrust.id - PT Bank Oke Indonesia Tbk (DNAR) atau OK Bank membidik pertumbuhan kredit kredit sebanyak 11,40% sampai akhir 2024. Sedangkan realisasi pertumbuhan kredit hingga kuartal I-2024 mencapai 6,08%.
Pertumbuhan kredit tersebut diharapkan menopang pertumbuhan laba bersih OK Bank menjadi Rp 30,041 miliar tahun 2024, dibandingkan realisasi tahun lalu Rp 28,65 miliar. “Hingga akhir tahun 2024, kami optimistis meraih kinerja lebih baik dan berkelanjutan untuk mencapai target laba bersih sebesar Rp 30,041 miliar” kata Wakil Direktur Utama OK Bank Hendra Lie Hendra usai rapat umum pemegang saham tahunan dan luar biasa (RUPST/LB), di Jakarta, Rabu (15/5/2024).
Baca Juga
Tambah Saham Publik, Pengendali Lepas 3,67% Saham Bank Oke (DNAR)
Selain itu, dia mengatakan, OK Bank menargetkan kenaikan indikator keuangan lainnya, seperti aset ditargetkan tumbuh sebesar 7,65 %, DPK 11,75 %, CAR 46,16%, dan NIM diprediksi mencapai 5,82% hingga akhir 2024. Di sisi lain, Bank senantiasa mempertimbangkan rasio permodalan perseroan, seperti yang tercermin dalam rasio CAR sebesar 49.22% pada akhir tahun 2023.
Pertumbuhan kredit dan kinerja keuangan tahun ini akan digapai melalui kerjasama sindikasi dengan bank-bank lain, mengembangkan produk dan skema kredit sesuai bisnis/proyek yang dibiayai, melakukan ekpansi bisnis dan memperluas jaringan ke wilayah berkembang serta memberikan jasa modifikasi produk kepada klien.
“OK Bank juga akan memprioritaskan pertumbuhan aset yang berkualitas pada segmen korporasi, komersial dan diikuti segmen retail serta fokus pada pertumbuhan laba,” ujarnya.
OK Bank juga akan fokus pada pembiayaan nasabah UMKM dan pengembangan credit channeling bekerja sama dengan P2P lending dan multifinance. OK Bank juga memperhatikan tingkat likuiditas dengan memperhatikan rasio kredit terhadap DPK.
Terkait realisasi hingga kuartal I-2024, OK Bank berhasil membukukan penyaluran kredit sebesar Rp 8,44 triliun atau naik 6,08% dari tahun sebelumnya Rp 7,96 triliun. Kenaikan tersebut berimbas terhadap pertumbuhan laba bersih perseroan menjadi Rp 4,31 miliar pada kuartal I-2024, sejalan dengan peningkatan pendapatan bunga.
Baca Juga
“Pertumbuhan laba bank ini ditopang oleh peningkatan bunga kredit pada kuartal I-2024 menjadi Rp 216,59 miliar, dibandingkan periode sama tahun 2023 senilai Rp 202,47 miliar,” terang Hendra Lie.
Sedangkan, pendapatan bunga dari penempatan pada Bank Indonesia dan bank lain mencapai Rp 9,25 miliar atau naik dari Rp 6,74 miliar di tahun 2023.
OK Bank merupakan bank yang dikendalikan OK Next Co.Ltd dengan kepemilikan 89,73% saham. OK Next Co. Ltd merupakan bagian dari grup APRO Financial Co.Ltd yang berbasis di Korea Selatan. OK Bank mengoperasikan kantor pusat di DKI Jakarta dan lima kantor cabang di Jakarta, Denpasar (Bali), Semarang (Jawa Tengah), Surabaya (Jawa Timur) dan Bandung (Jawa Barat) serta 10 kantor cabang pembantu di Jakarta serta Banten.
Laba Ditahan
Sementara itu, RUPST OK Bank memutuskan untuk menempatkan laba bersih 2023 sebesar Rp 28,65 miliar sebagai pencadangan dan laba ditahan untuk memperkuat struktur permodalan perseroan. “Perseroan belum merencanakan pembagian dividen untuk periode 2023 -2024” tambahnya.
Hendra melanjutkan, OK Bank selalu menjaga prinsip kehati-hatian dan selektif menyalurkan kredit, baik pada debitur existing maupun calon nasabah melalui pengembangan aplikasi due dilligence proses persetujuan kredit berbasis teknologi.
Baca Juga
Perry: Kenaikan BI Rate Dorong Dana Asing Kembali Masuk Rp 22,84 Triliun
“Hal ini dilakukan untuk mencegah kredit bermasalah. Selain itu, bank juga melakukan monitoring aktivitas setiap nasabah agar kekurangan atau permasalahan dapat terdeteksi lebih awal. Sekaligus, meningkatkan manajemen risiko yang lebih prudent” urainya.
Selain penggunaan laba bersih, pemegang saham menyetujui pemberhentian dengan hormat Lim Cheol Jin dan mengangkat Sang Ton Sim sebagai Komisaris Utama serta. Pemegang saham juga menyetujui pengunduran diri Inhyo Wang sebagai Direktur Kredit dan IT perseroan. Jabatan manajemen baru OK Bank ini berlaku efektif setelah mendapatkan persetujuan dari Otoritas Jasa Keuangan.
Komposisi manajemen OK BANK setelah RUPSLB:
Komisaris Utama : Sang Ton Sim
Komisaris Independen : Sondang Martha Samosir
Komisaris Independen : Chairudin
Direktur Utama : Park Young Man
Wakil Direktur Utama : Hendra Lie
Direktur Bisnis : Vincentia M. Djuniwati W
Direktur Kepatuhan : Efdinal Alamsyah
Grafik Saham DNAR

