Butuh Investasi Besar, Adaro Minerals (ADMR) Putuskan Tak Bagikan Dividen
JAKARTA, investortrust.id - Anak usaha Adaro PT Energy Indonesia Tbk (ADRO), PT Adaro Minerals Indonesia Tbk (ADMR), memutuskan untuk tidak membagikan dividen tahun buku 2023. Hal ini sesuai dengan keputusan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang berlangsungdi Hotel Raffles Jakarta, Selasa, (14/5/2024).
Presiden Direktur ADMR Christian Ariano Rachmat mengatakan, alasan tidak membagikan dividen tersebut, karena perusahaan masih membutuhkan dana yang besar untuk ekspansi dan untuk impor alumunium.
Baca Juga
Saat Batu Bara Turun, Laba Adaro Minerals (ADMR) justru Melesat 23%, Kok Bisa?
“Perseroan membutuhkan capex besar, kenapa kita butuh investasi alumunium yang besar? Karena alumunium itu terbuat dari alumina dan bauksit untuk mobil listrik dan kabel, dan untuk mengoptimalkan cadangan yang ada,” kata Ario usai RUPST di Jakarta, Selasa, (14/5/2024).
Presiden Direktur dan Chief Executive Officer PT Adaro Energy Indonesia Tbk., Garibaldi Thohir berbincang dengan Wakil Presiden Direktur Christiano A. Rachmat di sela RUPST PT Adaro Energy Indonesia di Jakarta, Rabu, (15/5/2024). Foto: Investortrust/Elsid Arendra.
Untuk diketahui, ADMR berhasil mencatatkan peningkatan laba inti sebanyak 23% menjadi US$ 421,01 juta pada 2023, dibandingkan periode sama tahun sebelumnya US$ 341,67 juta.
Grapik Saham ADMR
Perolehan laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk di tahun 2023 sebesar US$ 441,02 juta. Sementara itu, ADMR sepakat mengalokasikan US$ 4,41 juta untuk dana cadangan wajib dan US$ 436,61 juta untuk laba ditahan.
Selain itu, bisnis pengolahan mineral yang sejalan dengan program hilirisasi pemerintah diwujudkan melalui pembangunan smelter di Kalimantan Utara. “Saat ini masih dalam proses konstruksi sesuai rencana dengan target mencapai COD pada tahun 2025,” ujar Ario.
Baca Juga
Harga Batu Bara Coking Naik, Target Harga dan Kinerja Adaro Minerals (ADMR) Direvisi
Dia menngungkapkan, fundamental industri batu bara metalurgi tetap menjanjikan ke depannya, dan produk enviromet ADMR semakin disambut baik dan diakui di pasarnya. Dengan demikian, perusahaan melanjutkan investasi pada infrastruktur pertambangan guna mendukung pertumbuhan produksi dan terus mengembangkan pasar bagi produk metalurgi ini.
Dalam agenda RUPST, para pemegang saham menyetujui perubahan susunan anggota Dewan Komisaris dengan pengangkatan Julius Aslan menggantikan Chia Ah Hoo. Dengan demikian, susunan Komisaris Adaro Minerals sebagai berikut:
Presiden Komisaris: Garibaldi Thohir
Komisaris: M. Syah Indra Aman
Komisaris: Luckman
Komisaris: Julius Aslan
Komisaris Independen: Mohammad Effendi
Komisaris Independen: Budi Bowoleksono
