Laba Bersih Turun 8,96%, Logisticsplus (LOPI) Tak Bagi Dividen
JAKARTA, investortrust.id – PT Logisticsplus International Tbk (LOPI) telah menyelenggarakan rapat umum pemegang saham tahunan (RUPST) pada Selasa (14/5/2024). Perusahaan membukukan laba bersih 2023 sebesar Rp 1.753.628.292 atau terkoreksi 8,96% secara year-on-year (yoy) dari tahun 2022 yakni Rp 1.926.301.880.
“Kami tidak membagikan dividen tahun ini. Pertama, cashflow-nya nggak mencukupi, masih belum baguslah. Dan lagian, akhir tahun 2023, itu kan kita baru 2 bulan IPO (initial public offering). Jadi kinerjanya belum sempurnalah,” kata Direktur Utama LOPI Wahyu Dwi Jatmiko di Kantor Logisticsplus, SAV Building Jakarta Selatan, Selasa (14/5/2024).
Baca Juga
Biaya Logistik Indonesia Masih Mahal, Ini Kata Bos Logisticsplus International (LOPI)
Wahyu berharap, kinerja perseroan akan lebih bagus ke depannya agar dapat membagikan dividen kepada para pemegang saham PT LOPI. Mungkin tahun depan membagikan dividen.
PT LOPI per Rabu (11/10/2023) telah melakukan IPO di lantai bursa dengan melepas 300 juta saham atau setara 3.000.000 lot. Berdasarkan fixed allotment atau penjatahan pasti, saham LOPI mengalami total kelebihan permintaan (oversubscribed) hingga 1,46 kali.
Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia per Selasa (10/10/2023), total pesanan saham LOPI mencapai 437,6 juta saham atau 437.600.800 lembar saham. Ini dari rencana 300 juta saham atau setara 27,27% dari modal ditempatkan dan disetor penuh perseroan setelah penawaran umum perdana.
Berdasarkan hasil RUPST, lanjut Wahyu, laba bersih perseroan yang sejumlah Rp 1,75 miliar disetujui untuk digunakan sebagai dana cadangan sesuai dengan Undang-Undang (UU) No 40 Tahun 2007 Pasal 70 tentang Perseroan Terbatas dan Pasal 25 Anggaran Dasar Perseroan. Ini akan digunakan sebagai pengembangan operasi usaha.
Bidik Pertumbuhan Pendapatan 25%
Sementara itu, menurut informasi yang diterima investortrust.id pada Maret 2024 dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) PT LOPI, perseroan membidik pertumbuhan pendapatan sebanyak 25% menjadi Rp 100 miliar pada tahun ini, dibandingkan realisasi periode sama tahun lalu Rp 82,55 miliar. Sedangkan laba usaha tahun 2024 diharapkan mencapai Rp 3,29 miliar.
Sedangkan pertumbuhan pendapatan perseroan tahun lalu mencapai 15%. Ini dari Rp 71,43 miliar pada 2022 menjadi Rp 82,55 miliar pada 2023. Untuk laba bersih justru turun dari Rp 4,76 miliar menjadi Rp 3,29 miliar.
Baca Juga
Untuk mencapai target tersebut, Wahyu mengatakan, Logisticsplus (LOPI) akan menggaet beberapa kontrak baru. Ini seperti kerja sama dengan China Railway Rolling Stock Corporation (CRRC) untuk ekspor pengiriman kereta api barang, yang diestimasikan pada September 2024 dan Maret 2025.
“Kita sekarang lagi ada kerja sama dengan China Railway (CRRC) untuk supply gerbong batu bara ke KAI. Itu kita akan handle untuk logistiknya, angkutannya, pengapalannya, berikut delivery (pengiriman) ke Sumatra,” ucap dia.
Dia juga mengungkapkan, initial trial untuk kontrak dengan FKS Food Sejahtera (AISA) pada Maret lalu direspons positif oleh AISA, bahkan sudah mulai komersial. “Sudah jalan dan mereka (AISA) cukup puas, sekarang mulai komersial. Tapi kontraknya masih belum, masih diperbesar dari yang kemarin,” ungkap Wahyu.
Wahyu menyampaikan, saat ini, perseroan masih fokus untuk mengembangkan (develop) existing customer. Ini seperti PT Kilang Pertamina Internasional yang terus berlanjut hingga saat ini.
“Sekarang (LOPI) lebih banyak develop di existing customer, karena existing customer kita seluruhnya cukup besar volumenya, terutama di PT Kilang Pertamina Internasional (KPI),” tutur dia.

