Logisticsplus (LOPI) Bidik Lompatan Pendapatan dan Laba Pesat Tahun Ini
JAKARTA, investortrust.id – PT Logisticsplus International Tbk (LOPI) mematok target pertumbuhan kinerja keuangan pesat tahun 2026. Pendapatan dan laba bersih diprediksi meningkat menjadi Rp 299,53 miliar dan Rp 20,65 miliar.
Target tersebut tunjukkan pertumbuhan dari realisasi pendapatan tahun 2025 senilai Rp 130,06 miliar dan laba tahun berjalan mencapai Rp 3,48 triliun.
Manajemen LOPI dalam public expose yang digelar di Jakarta, keamrin, menyebutkan tingginya target pertumbuhan sejalan dengan pertumbuhan pesat sektor logistic Indonesia, konsumsi domestic, aktivitas distribusi, ekspansi ekonomi digital, penawaran layanan terintegrasi, hingga ekspansi usaha terukur.
Baca Juga
Logisticsplus (LOPI) Akan Private Placement dan Rights Issue Bernilai Jumbo, Intip Tujuannya
Sedangkan pertumbuhan laba tahun ini digenjot melalui penguatan efisiensi operasional, system digital, kapabilitas project logistics, sineri dengan WHMI, dan disiplin pengelolaan modal kerja.
Pertumbuhan pesat juga sejalan dengan rencana pelaksanaan penambahan modal bernilai jumbo. Penambahan modal dilakukan melalui dua skema, yaitu Penambahan Modal Tanpa Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMTHMETD) atau private placement sebanyak 110 juta atau 10% saham baru.
Secara bersamaan, perseroan menggelar Penambahan Modal Dengan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMHMETD) atau rights issue maksimal 1,4 miliar saham baru atau sekitar 127,27% dari jumlah saham yang telah ditempatkan dan disetor penuh.
Baca Juga
IHSG Bisa Teknikal Rebound, Tiga Saham Dipimpin OASA Layak Dilirik
Manajemen LOPI dalam keterangan resminya di Jakarta, sebelumnya menyebutkan bahwa penambahan modal ini sebagai langkah strategis untuk memperkuat struktur keuangan sekaligus mendukung ekspansi usaha ke depan. “Private placement dan rights issue ini akan dibahas dalam RUPSLB yang dijadwalkan berlangsung pada 2 Juni 2026,” tulisnya.
Penambahan modal melalui private placement ini juga bertujuan untuk memberikan fleksibilitas dalam menarik investor strategis yang dapat memberikan nilai tambah, baik dari sisi pendanaan maupun pengembangan bisnis.
Dana yang diperoleh akan digunakan untuk memperkuat struktur permodalan serta memenuhi kebutuhan modal kerja. Aksi korporasi ini juga bagian dari strategi jangka panjang untuk meningkatkan daya saing dan memperkuat posisi di industri logistik.

